









Well,… adu pacu di track penjualan sektor otomotif…. mendorong perusahaan pembiayaan untuk meningkatkan pembiayaan alias kredit …!!! Setiap perusahaan pembiayaan memang bervariasi dalam melakukan pemberiaan pembiayaan…. namun range 85 – 95% dari total asset mereka… disalurkan kedalam pembiayaan …!!! Asset memang bervariasi… namun bisa dibayangkan jika perusahaan pembiayaan yang cukup besar… mempunyai total asset antara Rp. 12 – 14 triliun …!!! Laba pun juga bervariasi… yaaagh antara 4 – 9% dari total asset… bisa diraih oleh sebuah perusahaan pembiayaan …!!! 😀Â
Naaagh,… masalahnya jika pemberian pembiayaan kredit ini… tidak hati-hati alias tidak selektif … maka akan berpotensi menjadi kredit macet… alias non-performing loan (NPL) …!!! Impactnya cukup jelas…. perusahaan akan semakin besar mencadangkan biaya penyisihan piutang ragu-ragu …!!! Alias jika memang macet… extreeemnya motor hilang… yang akhirnya kudu di write-off…. alias akan memakan profit… !!! Besaran angka biaya penyisihan piutang ragu-ragu di tahun 2010… terlihat meningkat … dan angkanya bervariasi antara 1 perusahaan dengan perusahaan lain …!!! Namun sebagai gambaran… terlihat antara 75 – 95% dari laba yang diperoleh … so relatif lumayan besar… !!!
Last,… perusahaan pembiayaan mirip seperti ‘penyedia’ logistik pabrikan… !!! Percuma saza pabrikan gebeeer kapasitas… jika perusahaan pembiayaan ‘sekarat’ tentu saza tidak akan bisa membantu dalam pembiayaan… pembelian motor misalnya …!!! Ujung-ujungnya… pabrikan juga yang rugi… lha wong sekitar 80% pembelian motor menggunakan cara kredit… betul tidak …??? 😀
Leave a Reply