









Well,… untuk ajang WSBK alias motor jalanan Ducati adalah rajanya…. lha terbukti kok paling banyak memenangkan kejuaraan …!!! Naaagh,… kemenangan itu tidak terlepas dari desmodromic valvez yang diterapkannya … !!! Back to tahun 1954,… Ducati adalah pabrikan motor kecil… yang mulai bangkit setelah Italy kalah Perang Dunia II …!!! General Manager Ducati waktu itu, Guiseppe Montano, … believe bahwa ada korelasi antara memenangkan race motor dengan peningkatan penjualan motor… !!! Lho kok sama dengan believe nya Juragan ROndO …??? 😀
Montano,… kemudian ngomong kepada Fabio Taglioni, engineer muda Ducati yang “jenius”, … “Jika Loe bisa membuat 100 motor dan memenangkan race Tour of Italy,… Ducati masih tetap ada. Kalau nggak bisa… memenangkan race,… Ducati hanya bisa bertahan 1 bulan,… setelah itu semua pekerja pulang kampung… dan Ducati tutuuup ….!!!” Mulai deegh… Taglioni muda melakukan eksperimen… dan ia melihat bahwa untuk memenangkan race motor kudu bisa digeber pada RPM tinggi… !!! Naagh masalahnya adalah valvez spring mempunyai keterbatasan… !!! Kalau dipaksakan,… itu piston akan menghajar valvez… karena pada RPM tinggi valvez akan mengalami “floating”… dan akhirnya kelengeeer deeegh …. !!!
Taglioni akhirnya berkesimpulan… bahwa valvez yang dikendalikan oleh cam akan dapat mengatasi hal ini … !!! Oleh sebab itu cam-driven valvez ini disebut “Desmodromic” alias “control movement” …!!! Hasilnya … bagaimana …??? Muncul laaagh motor Ducati 125cc pertama yang menerapkan Desmodromic valvez … !!! motor ini bisa mengeluarkan power sebesar 19HP pada 12500 RPM… !!! Motor ini pun masih anteng jika mau digeber sampai 15 rebu RPM… nggak bakalan piston menghajar valvez … !!! Tahun 1956 motor ini memenangkan race di Swedish GP… mengalahkan MV Agusta… dan dunia motor Europe pun terhentak … !!! Sampai sekarang Desmodromic valvez nyaris tidak ada lawan kecuali “pneumatic valvez” yang digerakkan dengan tekanan angin… walau untuk jalanan belum ada yang mengaplikasikan… lha wong salah-salah bisa ngowoooozzz …!!! 😀
Leave a Reply