









Well,… sebelum dilanjutkan… memang karakter Raden Rangga menarik untuk diceritakan… !!! Raden Rangga itu putra sulung Panembahan Senopati … !!! Ia sangat sakti… terkenal kuat… tidak pernah takut kepada siapapun… !!! Wataknya cepat sekali pemarah… dan jika sudah marah… gampang sekali memukul ataupun menempeleng … !!! Alkisah, ada seseorang dari Banten… yang ingin menantang dan adu kesaktian dengan Panembahan Senopati… !!! Raden Rangga mendengar ada seseorang yang koar-koar menantang Ayahandanya… lha langsung maraah… ditemuinya orang tersebut… !!! Terjadilaaagh perang tanding… namun akhirnya orang tersebut mati juga … dengan kepala pecah terkena tempeleng tangan Raden Rangga … !!! 😀
Sang Panembahan Senopati juga mangkel atas kelakuan Raden Rangga… !!! Dinasehatilaagh anaknya ini… “Anakku Raden Rangga,.. janganlah kamu memamerkan kesaktian. Karena diatas langit masih ada langit… !!! Kalau kamu memang sakti,.. cobalaagh kamu patahkan tangan telunjuk Ayahmu ini… !!!”. Raden Rangga memang orangnya panasan… bergumam didalam hati,… apa tidak ada orang sakti selain ayahandanya… !!! Ia tersinggung… dengan sekuat tenaga ia coba mematahkan telunjuk.. sudah berusaha namun tidak bisa juga… sampai pakai kuda-kuda … !!! Sekali dihentak oleh Panembahan Senopati… Raden Rangga terlempar cukup jauh… !!!
Raden Rangga sangat malu… dilihat orang banyak… !!! Ia berniat pergi… malu dilihat orang banyak… ia menjadi pecundang … !!! Ia tidak melewati pintu gerbang… namun ia menabrakkan diri ke pagar bata… !!! Pagar bata itu jebol… laksana dihajar buldozer… !!! Waduuugh… sang arsitek bangunan juga bingung… itu pagar kok bisa jebol… ??? Kepergian Raden Rangga… membuat gusar dan memerintahkan seorang prajurit pilih tanding untuk menyusul Raden Rangga… !!! Setelah ketemu, dan diutarakan agar kembali … Raden Rangga marah… prajurit itu ditendang… tendangannya begitu cepat… prajuritnya kelenger… dan tewas seketika… !!!
Raden Rangga hendak ke Pati… mengunjungi Adipati Wasis Wijayakusuma di Pati yang merupakan pamannya … !!! Sang Adipati sedang duduk di balai kademangan… ketika melihat Raden Rangga… melambaikan tangannya… !!! Raden Rangga melihat … dan karena arahnya lurus… Raden Rangga langsung menemui pamannya.. !!! Naaagh didepan balai ada batu besar… namun Raden Rangga tidak mau menghindar… ia menganggap batu ini mengganggu saza… ditabrak laagh batu itu… dan batu itu hancur berkeping-keping… !!! Geger laaagh orang-orang Pati… melihat kelakuan dan kesaktian Raden Rangga … !!!
Beberapa lama tampak Raden Rangga terlihat berkelakuan baik… !!! Namun tidak lama… kelakuannya kumat lageee… !!! Ia membawa pedang dan jalan ke alun-alun.. dan menusukkan pedang itu ke tubuhnya… !!! Pedang itu hancur berkeping-keping… dan ia melihat seorang prajurit… dicekalnya bajunya… dan ia bertanya kepada prajurit itu … “Cepat tunjukkan kepadaku… siapa yang paling sakti di Pati ini… jika tidak mau kamu meregang nyawa.. !!!”. Saking takutnya ia menunjukkan seorang pertapa di hutan kepada Raden Rangga.. !!!
Raden Rangga melihat sang pertapa itu dikening nya terpancar sinar… !!! Namun ia tidak peduli… malah ia menantang sang pertapa itu… !!! Namun sang pertapa tidak meladeni… hanya tersenyum… !!! Dan akhirnya Raden Rangga menyerang… namun sang pertapa hanya terdiam… tidak tampak untuk menangkis… dan akhirnya kepala pertapa itu.. terkena pukulan Raden Rangga… !!! Sang pertapa terjatuh … darah segar mengucur … sebelum meninggal… sang pertapa pun berkata “Terima kasih,.. engkau telah menghantarkanku kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Namun engkau perlu diberi pelajaran… kelak engkau akan menemui kematian… dibelit oleh seekor ular yang sangat besar… !!!”
Raden Rangga tidak mengubris… dan kembali ke Mataram… !!! Panembahan Senopati telah mendengar tentang kepulangan Raden Rangga… !!! Ia pun menemuinya, dan berkata.. “Berangkatlagh dan berguru laagh engkau kepada Eyang Ki Juru Martani… !!!”. Sambil ngeloyor pergi… Raden Rangga bertanya dalam hati… “Aku ini sudah sakti mandraguna… masih disuruh berguru kepada Eyang Juru… !!! Apa yang akan saya pelajari… ???” Ia langsung ke rumah eyang juru… namun Eyang Juru sedang shalat di masjid kecil yang berada di rumahnya… !!! Raden Rangga duduk di tangga masjid itu… terbuat dari batu kumalasa… !!! Batu itu ditusuk-tusuk oleh jari Raden Rangga… lha batu itu lobang-lobang.. seolah-olah batu itu terbuat dari tanah lempung… !!!
Setelah selesai shalat dzuhur … Ki Juru Martani kaget melihat kelakuan Raden Rangga… ia pun berkata “Raden Rangga… batu yang kamu tusuk-tusuk itu apa tidak keras…. ???” Seketika batu itu menjadi keras… dan jari-jari Raden Rangga tidak bisa membuat lubang di batu itu.. !!! Dalam hatinya Raden Rangga berkata, “Benar apa yang diperintahkan ayahanda … Eyang Juru ini .. kesaktiannya melebihi diriku… !!!”. Mulailagh ia menimba ilmu dari Eyang Juru ini.. dan Raden Rangga semakin sakti… dan setelah selesai menuntut ilmu ia pun pulang ke Mataram… !!!
Ditengah perjalanan… tepatnya di desa Patalan,… ada seekor ular yang sangat ganas dan suka menelan orang… !!! Raden Rangga mbaaaak Hercules… langsung sigap membantu warga desa… !!! Terjadilah pertarungan antara Raden Rangga dengan Ular itu… !!! Ular itu langsung membelit tubuh Raden Rangga… !!! Raden Rangga dipatuk dan digigit oleh ular tersebut… !!! Raden Rangga tidak perduli… dihajarnya ular tersebut.. ditarik-tariknya ular besar itu… !!! Akhirnya mati juga ular besar itu… Raden Rangga terluka juga… namun ia tidak memperdulikannya… ia terus saza pulang ke Mataram… !!! Sampainya di rumah… ia pun jatuh sakit… terlihat dari pengaruh bisa ular yang luar biasa tersebut… dan akhirnya Raden Rangga pun meninggal dunia.. !!!
Link Terkait :
Leave a Reply