









Untuk kepentingan kantor… kadang kita memerlukan motor yang lumayan banyaknya… untuk keperluan riwa-riwi ataupun business process nya memerlukan kendaraan bermotor yang efisien yaitu motor. Untuk keperluan tersebut, ada dua solusi yaitu dengan cara membeli atau sewa aza.. nggak puyeng-puyeng…!!! Pemilihan mana yang dipilih kadang secara total cost memang perlu dihitung… dan hasilnya pun tergantung (biasanya) pada intangible cost yang digunakan…!!! 😀
Anyway, sewa (dalam bahasa akuntansinya leasing).. terbagi atas 2 jenis, yaitu :
Dikategorikan capital Lease jika memenuhi minimal satu dari kriteria berikut :
Jika tidak memenuhi seluruh kriteria diatas, maka disebut Operating Lease.
Konsekuensi dari capital lease adalah barang tersebut harus dicatat di sisi Aset (aktiva). Sedangkan jika dikategorikan operating lease, maka barang tersebut tidak perlu dicatat disisi Aset, mengingat perlakuannya sebagai expense…!!!
Teruz.. gimana bandinginnya antara beli dengan sewa…??? oke.. gampangnya adalah :
Dari pengalaman gue .. yang agak susah adalah memasukkan intangible cost.. misalnya kalau menjadi asset, dan jika sudah tidak digunakan maka ditaruh digudang.. dan jika gudang itu adalah milik kita.. kita kudu mengkuantifisir berapa beban untuk hal tersebut… !!! Demikian juga dengan beban-beban lainnya… 😀
Leave a Reply