









Mito… yang berarti ‘mitos’ selalu menimbulkan pro dan kontra, gonjang-ganjing, kontroversial dsb. Yang pro kepada mito ini akan menonjolkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh mito, sedangkan yang kontra menyebutkan harga mito kelewat mahal untuk motor kelas 125cc. Apapun kontroversinya… gue coba menempatkan / membeberkan fakta yang sebenernya, dan terserah pembaca yang akan menjudge apakah mitos motor ini lebih banyak kelebihan atau lebih banyak kekurangannya….
Design dan Spesifikasi Mito
Desain mito diturunkan plek-plek dari design Ducati 916, dan Ducati 916 sendiri dirancang oleh Massimo Tamburini dan teamnya di Cagiva Research Center (CRC). Ducati 916 merupakan peringkat 2 dari The Greatest Ever Motorcycle. Tamburini juga mendesign MV Agusta F4 1000, dan Mito sekarang berada dibawah naungan MV Agusta yang tersohor dengan ‘The Art of Motorcycle’. Mito menggunakan engine 2 stroke 124.6 cc liquid cooled, dan sanggup mengeluarkan power sebesar 34HP pada 12.000 RPM. Torsi yang dikeluarkan sebesar 23 Nm pada 11.000 RPM. Carburator nya menggunakan DellOrto type PHBH 28 BD. Koplingnya menggunakan type basah multi plate.. chasisnya menggunakan frame alumunium double extruded beam. suspensi depan menggunakan ‘Marzocchi’ up-side down telescopic fork 40mm. Suspensi belakang menggunakan ‘Sachs’ progressive with hydraulic shock absorber/spring pre-
load. Rem depan menggunakan 320mm ‘Brembo’ floating disc dengan 4 piston ‘Brembo’ callipers. Sedangkan belakang menggunakan 230mm single disc dengan ‘Brembo’ calliper.
Ban depan mito menggunakan Pirelli ukuran 110/70-ZR17, sedangkan ban belakang juga menggunakan ban Pirelli ukuran 150/60-ZR17. Tangki bensin motor ini dapat menampung 14 liters, dan berat kosong kendaraan roda dua ini mencapai 129 kg. dengan berat kosong sebesar itu, power to weight ratio mito dapat mencapai 0.26 HP/kg.
Handling dan Akselerasi Mito
Handling cagiva mito termasuk mantap dan stabil. Hal ini berkat adanya ‘steering damper’ selain chasis dan suspensi yang baik. Handling cagiva mito bahkan ngalahin motor sportz lainnya seperti Ninja RR. Belum lagi rem Brembo yang membuat semakin ‘pede’ rider dalam melahap setiap tikungan. Akselerasi mito termasuk lumayan, dimana akselerasi baru bener-bener terasa pada gigi 3 keatas. Gigi 4 Mito dapat mencapai kecepatan 135 km/h (dimana throttle belum dibejek pool). maksimum top speed yang dapat dicapai mito adalah 190-200 km/h.
Kekurangan Mito
Hal utama yang memberikan nilai negatif pada mito adalah tidak bisanya gigi untuk dinetralkan, apabila kondisi mesin nyala dan berhenti. Hal ini sering dikeluhkan oleh sebagian besar pemilik cagiva mito. Tips untuk mengatasinya apabila akan berhenti di lampu merah misalnya, adalah dengan menetralkan pada saat mito masih jalan. Apabila belum dinetralkan, maka hanya dengan mematikan engine switch off baru bisa dinetralkan. Sebagian orang mengeluhkan pegalnya punggung, menurut gue bukanlah suatu kelemahan karena semua moge sportz juga begitu dibandingkan dengan naked / cruiser.
Untung nggak sih memiliki mito ?
Yang gue rasakan, untuk moge sportz kelas ringan cagiva mito cukup menguntungkan. Mengapa ??? Dengan asumsi membeli second (mengingat sekarang sudah tidak ada lagi yang baru red.) harganya kisaran 30-40 juta untuk tahun 2000-2003. Untuk model tahun tersebut, spec nya sama persis nggak ada bedanya, yang beda cuma warna catnya… 😛 Dan biasanya mito yang dijual mileage (kilometernya) rata-rata baru dalam hitungan dibawah 4000-an. Hal ini disebabkan mito jarang dipakai harian, hanya dipakai Sabtu atau Minggu itupun apabila sempat.
Harga yang sama dapat diperoleh Ninja RR baru, yang secara kondisi nggak jauh berbeda. Namun secara spesifikasi dan akselerasi yah jauh beda (itung aza Brembo, Marzocchi, steering damper etc.). Harga jual nya juga relatif stabil bahkan dengan mengganti accessories misalnya exhaust (seperti Arrow, Gianelli, atau JL) harganya juga akan terangkat. Hal ini gue alamin waktu nyari mito, pernah beda 10 menit aza mito yang baru 900 km udah keangkat orang. Dan demi sang ‘mitos’ gue sampe nyari dan ngangkut dari Bandung (belum termasuk ongkos angkut dan hotel). Teruz.. gimana dengan konsumsi bahan bakar..?? Jakarta-Bandung lewat jalur Puncak… mito hanya membutuhkan 7.8 liter, atau kira-kira 1 liter dapat menempuh 20-an km. Lumayanlah… dibandingin Aprilia Rs250 gue yang sanggup menempuh 13 km untuk setiap liter bensinnya.
Jika kita termasuk speed freak atau demen modif terutama engine, mito paling banyak peminatnya. Dari hanya sekedar de-restricted standar, ganti polini kit 165 cc,sampe extreem modification seperti engine swap RS250, ataupun NSR 500 2 tak banyak dilakukan di jagad ini. Mito Mondo merupakan salah satu ‘kiblat’ bagi pecinta mito dan speed freak. Gue sendiri juga berguru sampe ke Inggris untuk mengetahui ‘rahasia’ de-restricted mito.
Last but not least.. Salah satu saingan mito hanyalah Aprilia RS125.. tapi kenapa gue pilih mito…?? Nama besar MV Agusta yang tersohor dengan ‘The Art of Motorcycle’ turut berperan dalam gue milih nih motor……
Artikel terkait :
Cagiva Movie Clips
Leave a Reply