









Well,… mungkin cerita ataupun pengalaman gue ini…. bisa jadi pertimbangan buat mengambil policy… terkait wacana pembatasan BBM subsidi untuk roda 2 …!!! Sebut saza si Fulan… bekerja sebagai office boy… hidup di rumah petak… punya istri 1 dan 1 anak …!!! Pada awalnya menggunakan kendaraan umum… angkot/bis,… namun karena nggak efisien dalam artian ongkosnya lebih mahal… membuat ia putar otak… dan ia memilih motor sebagai pengganti sarana transportasi …!!! Ia memilih motor bebek… cari yang paling irit… peleknya jari-jari… bukan kepengen gaya retro…. namun yang murah… !!! Apakah ia membeli cash…. ??? Ndak mampu mas…. ia membeli kredit… dan DP nya juga minjem dari temen-temen kantor…. !!! 😀
Setelah memiliki motor,… dapur nya relatif lebih ngebuuul… selisih biaya transportasi yang bisa dihemat… untuk keperluan beli susu anaknya,… sebagian ditabung untuk biaya sekolah anaknya… ataupun nambah-nambah untuk biaya kesehatan …!!! Ia selalu mengisi dengan premium… karena pertimbangan murah itu tadi… dan memang motornya tidak menuntut pertamax sebagai asupan harian motor …!!! Dalam pikirannya… adalah ia bisa menggunakan motor sebagai sarana transportasi termurah… dan efektif… !!! Dan memang ia bisa menghemat banyak dari penggunaan motor …!!!
Ada contoh lageee,…. seorang tukang ojek… ia mangkal dengan mengharapkan ‘sewa’ dari penumpang …!!! Selama ini ia mengenakan harga cukup murah… dan bisa bersaing dengan bajaj ….!!! Sama seperti diatas… ia memilih motor yang paling murah dan irit… dengan begitu ia bisa ‘menyetor’ kepada motor pinjaman… !!! Demikian juga tukang sayur… langganan bibi di rumah,… kudu kulakan pagi-pagi ke pasar mengambil berbagai macam sayuran… membeli harga yang murah… dan menjual ke perumahan… dengan tentu saza mengambil profit …!!! Ia bisa menjual dengan harga cukup kompetitif… karena sayuran tersebut dipanggul oleh motor bebek yang cukup irit… dan tentu saza ia cukup puas dengan harga premium yang sekarang ini …!!!
Pengalaman gue pun, mengisi di pompa bensin kadang cukup miris… !!! Mereka rela antri di pompa bensin premium… mengeluarkan dompet yang terlihat tipiz… dan membayar dengan lima ribuan kumal… !!! Pompa bensin seperti shell/petronas… adalah tempat yang tidak favorit bagi mereka… !!! Jika berteduh dari hujan… di warung pinggir jalan…. sering kali kalau gue makan supermi+ngopi plus ngebul merokok… mereka lebih baik berdiam diri menunggu hujan reda… !!! Tawaran untuk makan bareng… kemungkinan besar ditolak halus… tapi begitulah mereka menghargai duit… lembar demi lembar… !!! Padahal semangkuk supermie dengan kopi paling Rp. 10 rebu perak… namun bagi mereka cukup berharga duit segitu …!!!
Selanjutnya… monggo dibaca di duaroda.com … !!! 😀
Leave a Reply