









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… lucu juga para netizen yang memberikan saran begini begono… ataupun pihak Dorna ingin agar Suzuki tidak memutuskan secara sepihak …!!! Yaaagh tentu dari kaca lain … ingin nya rameee MotoGP nya…. soal pihak lain rugi atau gak feasible… mbuuugh yang penting asyiiiik… !!! Disini tentu jika ingin melihat gambaran … bisa dilihat Financial Statement pabrikan Suzuki …!!!
Naaagh kita bisa lihat bahwa … secara konsolidasi Net Sales (data terakhir setahun FY 2020 red.) pabrikan Suzuki itu JPY 3.17 triliun …. dan itu terbagi atas usaha segment Mobil, Motor, Marine dan lainnya …!!! Segment mobil sangat besar sekitar JPY 2.87 triliun atau sekitar 90.5% dari net Sales …!!! Lhaaa motor itu cuma memperoleh sekitar JPY 206 milyar atau sumbangannya sekitar 6.4% …!!!
Tentu Net Sales ini belum dikurangin dengan biaya-biaya lain… so total profit itu sekitar JPY 146 milyar …!!! So kalau dianggap sama aza sekitar 6.4% berarti profit untuk segment motor itu sekitar JPY 9.3 milyar … atau equivalen sebesar EUR 68 juta …!!! So profit sebesar EUR 68 jeti tersebut… sudah selama 1 tahun… ngumpulin duit dari seluruh dunia ….dimana secara total 1.53 juta unit motor yang dijual …!!!
Naaagh berapa biaya untuk ikut ajang MotoGP …??? Untuk 1 tim dalam hal ini 1 pembalap… biayanya sekitar EUR 11 – 13 juta dan ini untuk tim satelit …!!! Untuk 2 pembalap tim pabrikan… minimal itu EUR 30 jeti (EUR 15 jeti kali 2 pembalap) …!!! Itu juga dengan catatan pembalapnya salary nya sekitar EUR 1 – 2 jeti …!!! Lha kalau model Marc Marquez sekitar EUR 17 jeti setahun ….!!!
Lhaaa EUR 30 jeti itu… sama dengan 44% dari profit penjualan motor … wadidadooow …!!! So apalagi sudah buang segitu… gak menang… tetep kalah juga.. case tahun 2021 hanya menempati juara ke-3 …!!! Juara ke-3 juga nggak dicatat sejarah… dan kudu bayar sekitar Rp. 455 milyar … ??? Ini khan sama aza ngurangin deviden para shareholders … betoeeel …!!! So… kalau orang normal juga… profit lhooo kira-kira 44% dari profit itu matters gak …??? Yooo matters laaagh… lha wong jika naroh di fixed income paling juga 7% … lhaaa ini 6 kali lipat … mau ilang gitu aza …??? Last,… dengan strategy penjualan motor dengan cost leadership… khususnya di India dan China… yaaagh wajar aza 44% itu matters banget … betoeeel …??? Ciaooo 😀
EUR 30 jt nggak ditanggung pabrikan sendiri, kan masih ada sponsor meskipun kecil-kecil, mungkin bisa setara sekitar 5%-10% dari total biaya tsb
tetap aja secara persentase … terlalu berat… lain ceritanya kalau dorna mau nanggung semua… pasti suzuki mau… apa mau dornanya …??? 😀
Justru disini uniknya tim pabrikan suzuki, seolah tidak bisa gandeng title sponsor yg bisa cover hingga 75% biaya
Divisi mobilnya cuek bebek gak mau bantu motornya ya?
divisi mobil bantuin… tapi divisi motornya gitu-gitu aja malah makin kizuuut… tentu divisi mobilnya bakalan bilang… yeeeee sudah capek-capek… malah dipakai promosi yang gak jelas… jika terus menerus… divisi mobil bakalan nyanyiii … “dan terjadi lagiiii… kisah lama yang terulang kembali… ” wkwkwkwk 😀
Baru baca info dari warung sebelah, ternyata Smash sudah stop produksi. Makin berkurang line up dagangan disini, kayaknya mau lempar handuk nih Suzuki
Fokus ke R4 di Indiahe, jualamnya tiap bulan > 100 ribu unit, biaya RnD motojipi bisa dialihkan ke sesuatu yang menyehatkan perusahaan dan karyawan secara global. Spertinya Indiahe akan jadi pusat Suzuki Global nih.
R4 Suzi juga di mari lumayan, dibanding R2
Untuk para petinggi suzuki silahkan bunuh diri kalau masih menjunjung tinggi budaya malu .
Khusunya designer nya.
Inilah contoh pabrikan terlalu idealis , budeg , angkuh , marketing gak jelas , apalgi design nya. Kalau mesin sih ok banget sebenarnya.