









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… setelah mengetahui tentang utility maximization dan diminishing marginal utility …. berikutnya yang mempengaruhi consumer behavior adalah income effect …!!! Logikanya simple aza… ketika harga (price) turun maka purchasing power akan meningkat …!!! Yup,… misalnya konsumen punya duit Rp. 30 jeti… mau beli product yang harganya Rp. 40 jeti nggak sanggup… namun ketika harganya melorot ntaaah berbagai sebab (discount, diproduksi dalam negeri, penurunan pajak dsb) … konsumen punya kemampuan membeli barang tersebut … coz purchasing power meningkat ..!!!
Sebaliknya juga demikian… ketika product harganya meningkat dengan berbagai sebab… maka purchasing power akan turun … jadi itu simple nya …!!! Lhaaa bagaimana mengaplikasikannya …??? Ambil contoh duel Yamaha XMax vs Honda Forza… Kalau di Europe kedua motor tersebut dibanderol sama.. yaitu EUR 5.790 … apa artinya ini …??? Konsumen di Europe punya purchasing power yang sama… mau milih Yamaha XMax atau Honda Forza …!!! Naaagh jika harganya sama… maka baru deeegh bicara soal features… kelebihan atau kekurangan masing-masing … 😀
Bagaimana kondisi di Indonesia …??? Banderol nya berbeda… Yamaha XMax dibanderol Rp. 58 jeti… sedangkan Honda Forza 250 dibanderol seharga Rp. 76 jeti …!!! Apapun alasannya (mau import kek, produksi lokal kek etc.) … itu laaagh yang dihadapi konsumen …!!! So… consumer behavior akan berkata terjadi perbedaan purchasing power… dimana konsumen mempunyai purchasing power yang lebih terhadap Yamaha XMax … sebaliknya terhadap Honda Forza purchasing power nya melemah …!!!
Apa akibat nya …??? Ketika purchasing power meningkat… maka akan terjadi peningkatan demand … sebaliknya purchasing power menurun maka akan terjadi penurunan demand … as simple as that …!!! So… akhirnya mudah ditebak… penjualan Yamaha XMax 250 meningkat signifikan… dan Honda Forza 250 mengalami kekalahan … yaaagh itu adalah consumer behavior …!!! Lhaaa kalau dibuatkan review, vlog etc… yang menyanjung Honda Forza … dimana berharap mengabaikan income effect… yaaagh seperti melawan law of demand …!!! Akhirnya review seperti itu ibaratnya ‘useless’ … berharap mayoritas konsumen mau melupakan selisih Rp. 18 jeti …??? Last,… tidak dapat dipungkiri bahwa begini laaagh consumer behavior terbentuk… bukan penggiringan opini… tapi memang income effect yang mempengaruhi… bukan siapapun… !!! Ciaooo 😀
Siap ane ngerti bos…
ada hubungannya video yg dari thailand kah ini..
Pilih Honda lah….walaupun selisih 18jt. Lebih bergengsi naik Honda.
sama-sama productnya… selisih Rp. 18 jeti… sekedar mendapatkan brand… ??? Kalau hanya mengejar brand… ngapain beli yang mahal-mahal… beli yang product entry level juga dapeeet… toh sama-sama khan brand name nya… ??? 😀 😀 😀
Nama nya juga sales Honda
Ya bagusin honda..
Sales yamaha, ya nyanjung yamaha
Wkwkwk