









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… berbicara soal resesi, ada indikator umum yang menyatakan apabila pertumbuhan ekonomi atau GDP suatu negara selama 2 quartal berturut-turut mengalami negatif … maka dapat disebut mengalami inflasi …!!! Namun cara ini setidaknya menunggu selama 6 bulan baru dapat diketahui,… so cara ini kadang agak ‘terlambat’ …!!!
Naaagh cara lain adalah menggunakan Sahm Rules, yaitu suatu indikator yang ditemukan oleh seorang ekonom yang bernama Claudia Sahm. Indikator ini banyak menjadi perhatian para ahli dimana dapat dimanfaatkan bahwa suatu negara akan segera mengalami resesi.
Sahm Rules ini menyatakan resiko resesi akan muncul ketika rata-rata tingkat pengangguran suatu negara dalam 3 (tiga) bulan terakhir dikurangi dengan tingkat penggangguran terendah dalam 1 (satu) tahun terakhir menghasilkan angka 0.50 point persentase atau lebih …!!!
Sewaktu unemployment rate Amerika Serikat bulan Juli 2024 muncul sebesar 4.3%, dan ketika dicoba dihitung rata-rata 3 bulan menghasilkan angka 4.13% (dimana bulan Mei 2024 sebesar 4%, kemudian bulan Juni 2024 sebesar 4.1% dan bulan Juli 2024 sebesar 4.3%). Dibandingkan dengan angka unemployment terendah yaitu 3.6% di bulan Juli 2023, maka selisihnya adalah 0.53% …!!!
Yang cukup menarik adalah indikator Sahm Rules ini tidak pernah salah dalam mendeteksi resesi sejak tahun 1953… ini menurut penelitian dari Bank of America …!!! Naaagh tentu hal ini akan mempengaruhi kebijakan ekonomi dari negeri paman sam ini … dan kritik pada suku bunga yang tinggi dari the Fed pun meluncur … tentu akan menjadi simalakama ketika menangani resesi plus menghadapi inflasi …!!! Last,… apakah Amerika Serikat akan bereaksi agar tidak terjadi resesi… so kita tunggu saza …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply