









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… waaagh semakin ngeri ini kalau sudah bicara soal rangka eSAF… consumer behavior macem-macem aza… dan berikut ini yang jangan ditiru… !!! Ketika konsumen mengetahui bahwa rangka eSAF nya mulai keropos… maka ketika baru berjalan beberapa bulan… ia sudah pikirkan soal cut loss … dalam arti yaaaagh sudah gak lanjutin biar ditarik leasing …!!!
Naaagh persoalan nya bukan sekedar ditarik oleh leasing… sesuai term and condition… namun beberapa parts yang bukan rangka eSAF mulai dituker-tuker… dari motor yang kondisinyak sudah buluk … swap dengan kondisi yang lebih anyar dari motor yang akan ditarik oleh leasing …!!! Naaagh ini khan runyaaam… implikasinya kira-kira apa …???
Naaagh ketika leasing narik itu motor… sudah ‘jatoh’ dalam arti akan menjualnya susah… laaagh ketimbang ‘tangga’ dalam artian karena kondisi partnya sudah gak terlalu bagus alias buluk… maka harga jualnya tambah anjloook …!!! Kalau ditanya ke konsumen kenapa kok begitu… itu khan salah …??? Lhaa runyam mindset nya… bahwa ia gak mau rugi… mosok sewa segitu mahalnya… laaagh iki… kembali impact dari rangka eSAF … kok tambah seng mboten-mboten waeee …!!! Last,… begini laagh berbagai hal yang perlu disikapi… dan kembali rangka eSAF itu harus ‘dikubur hidup-hidup’ … ??? Ciaooo 😀
Sangat menginspirasi. Bakal ada motor yang akan saya eksekusi sebelum ditarik leasing 😆
sebaiknya… jika bukan hak nya, jangan lah dilakukan, monggo ditanyakan kepada Qolbu masing-masing. Melakukan hal ini, mungkin cuan nya gak seberapa… tapi kalau bicara ‘thaharah’ wiiiigh ngeri… sesoook nek ditakoni… ‘hartamu dari mana …??’ … lha dijawabnya dari oplosan… opo ora ndredeeek… ??