









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… naaagh berikut ini menarik untuk disimak… karena yang namanya duit… sangat berperan terhadap suatu transaksi ekonomi …!!! Mau barang nya murah kek, atau mahal kek… kalau gak ada duit … sama aza plonga-plongo… dombloooong waeee … mimpi bin ngelindur …!!! Naaagh untuk pembelian product dalam hal ini motor… ada 2 (dua) skema pembelian… secara cash atau secara kredit …!!! Dalam konteks market motor… naaagh pembelian kredit ini sekitar 80% … so jadinya penting banget skema kredit ini …!!!
Sebelum ada kejadian rangka eSAF … maka faktor product motor itu gak ada masalah… artinya sampai dengan selesainya angsuran misalnya 3 atau 4 tahun… product itu baik-baik saza …!!! Fokus nya adalah kepada debitur… apakah masih bisa ‘sustain’ dalam mencicil kredit itu saza …!!! Dealer sangat senang dengan model kredit ini.. karena ia akan mendapatkan cuan yang lebih gede… dalam hal ini keuntungan leasing company… sebagian ditransfer ke dealer …!!! So kembali hipotesa awal adalah product nya gak ada masalah sampai waktu pelunasan tiba …!!!
Naaagh ketika terjadi issue tentang product rangka eSAF … so disini ketika dealer berusaha menjual secara kredit… naaagh disini leasing company harus siap-siap menerima resiko ‘product yang bermasalah’ … padahal sebelumnya tidak …!!! So disini tentu leasing company akan melakukan simulasi… ketika probability konsumen tidak mau melanjutkan cicilan… dan productnya diambil oleh leasing company… maka leasing company akan dihadapkan kesulitan menjual product tersebut… walaupun secara lelang …!!! Naaagh disini laaagh persoalannya… so leasing company akan berhadapan dengan semakin besarnya ‘Non Performing Loan’ … dan kalau sudah begini… akan meningkatkan Cadangan kerugian Penurunan Nilai (CKPN) …!!!
Semakin tinggi CKPN… lama-lama akan menggerogoti modal dan ujung-ujungnya leasing company gak sehat… dan lama-lama bangkruuut …!!! Tentu saza dalam hal ini leasing company akan berusaha gak mau ‘terlibat’ dalam urusan ‘sistemik’ beginian… dan lebih baik ‘menolak’ untuk membiayai product-product rangka eSAF …!!! Naaagh kalau begini … sama aza penjualan kredit rangka eSAF maceeet… sudah konsumen nya selektif sekarang… jika ada mau pun … leasing company selektif banget… so pilihannya hanya cash …!!! So sudah dapat diprediksi… penjualan product Honda akan mengkeret … kembali gara-gara RnD yang gak ‘comprehensif’ ketika akan menerapkan pada product laris semacam Honda Beat dan Scoopy …!!! Last,.. tabrakan ‘sistemik’ ini tambah luas… bagaimana dealer akan meresponse… nantikan pembahasan berikutnya … !!! Ciaooo 😀
Dulu konsumen kredit motor akanr berusaha membayar sebelum jatuh tempo sampai lunas demi menjaga nama baiknya, dan akan sangat kecewa bila nunggak sampai ditarik leasing. Sekarang dengan adanya BOM WAKTU kasus rangka eSAF ini, beberapa konsumen (menyiasati keadaan) malah dengan senang hati motor eSAF nya ditarik leasing. Tak peduli nama baik (B* checking), apalah arti nama baik di leasing bila BOM WAKTU celaka MELEDAK. Toh masih sangat banyak dealer motor dan leasing yang tutup mata dengan B* Checking, target sales yang penting motor terjual keluar gudang. Cingcai. 😆
Dan saya kira pihak AH* belum terpikir efek domino spt ini. Ulas di artikel berikutnya boss. Biar AH* sadar dgn efek domimo. Kalo tetap budeg. Yo wes lah. Biar waktu yg mnjawab.
dulu waktu rame rangka cb150 r patah,pabrikan a*m cepat menutupinya dgn facelif new cb150 dan seakan rangka patah cb tsb hilang bak ditelan langit,apakah rangka esaf lama kelamaan akan hilang dgn kasus spt cb tsb
dulu belum ada medsos macam tiktok or instag
cuma fb n yutub, tp harga kuota internet masih kategori mahal, jd cuma buat stream musik, dan yutuber jg belum begitu banyak