









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… segala hal yang ditutupi hanya masalah waktu pasti kebongkar … ibarat sepandai-pandainya ngentuuut pasti kecium juga baunya …!!! Mungkin diawal-awal bisa saza ngeleees… gak kentut aaagh… namun kalau sudah sering kali ngentuuut walau gak berbunyi… pasti kecium juga baunya …!!! Akhirnya jadi deeegh mouth marketing … ooogh dia memang bauuu … bauu kentut …!!!
Lhooo ini bahas apa sih… kok bahas kentut …??? Yup,… ini masih soal rangka eSAF … dimana banyak penggiat media sosial yang akhirnya ‘mingkem’ … karena takut kalau bahas eSAF … malah berdampak negatif …!!! Netizen malah ada yang ‘sadis’ … menjawabnya buat apa membahas rangka eSAF … kagak ada duitnya mas …!!! Gubraaak… disini laaagh akhirnya netizen merasa ‘miris’ …. karena akhirnya mereka merasakan bahwa ‘kebenaran’ harus disembunyikan …!!!
Disini laaagh akhirnya ‘kentut’ tercium juga baunya… siapa yang kentut,… konsumen juga yang modyaaar … mengeluh dan merintih… siapa yang mendengar …??? Hanya konsumen dan netizen yang tidak ‘pamrih’ yang berani menulis di forum, di youtube, di facebook… untuk kepentingan konsumen …!!! Disini laaagh akhirnya waktu yang berbicara… dan ketetapan Tuhan juga digariskan… siapa yang kentut akhirnya ketahuan …!!! Last,… dont judge the book by its cover … so people may fool you, but the world is full of good people too… betoeeel …??? Ciaooo 😀
Bener juga. Ngintip ke blognya i*b, t*c, aripi*stop, warung*sep ga ada yg mbahas eSaf blas. Seperti teralienasi dr dunia yg sbenarnya. Ya emang ga ada keharusan sih buat mbahas, ujung2nya di tangan netizen pilihannya mau baca fakta kejadian atau bukan
ujung-ujungnya ditangan konsumen… dan konsumen itu harus smart… kalau gak mau ‘rugi’
Intinya, mana yg amplopan kelihatan jelas sejak kasus ini merebak.
Mereka2 yg mulutnya selama ini sudah kesumpel sama amplop jelas tidak akan membahas rangka ESAF ini di blognya. Sudah tidak bisa ngeles mengaku dirinya netral lagi.
Sementara yg independen tidak dibungkam sama amplop ya bebas saja menulis soal boboroknya rangka ESAF ahaem.