









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kalau berbicara value change Porter, tentu setiap pabrikan akan mempunyai proses bisnis yang disebut primary activities dan juga support activities …!!! Sebagaimana diagram dibawah,… maka diharapkan tentu proses Inbound Logistics sampai marketing & sales serta services berjalan dengan lancar …!!! Satu aja proses bisnis terkendala… misalnya marketing & sales… akan mempunyai impact pada proses bisnis sebelumnya dan juga profit yang akan diperoleh suatu pabrikan …!!!
Naaagh… ketika terjadi issue misalnya rangka eSAF … tentu akan menimbulkan ‘keraguan’ di sisi konsumen… dan ini akan berdampak pada Marketing & Sales …!!! Ketika dampak sudah mulai terasa di sisi dealer… karena dealer mengalami kesulitan menjual product rangka eSAF… maka ujung-ujungnya dari sisi pabrikan juga akan kesulitan melakukan distribusi ke dealer… dan ujung-ujungnya inbound logistics juga akan mengalami penurunan …!!! So terlihat… kalau sudah berbicara soal ‘kepuasan’ konsumen … memang terlalu tinggi untuk ‘gambling’ soal kualitas …!!!
Naaagh kalau sudah begini … tentu dealer akan memutar otak bagaimana caranya agar product-product rangka eSAF itu tetap bisa terjual dan konsumen bisa tetap ‘loyal’ pada product rangka eSAF tersebut …!!! Disini laagh terlihat bargaining power of buyers itu menentukan… dan ini akan mengubah peta market motor di Indonesia …!!! Ini pula laagh yang dipahami oleh kompetitor… maka sadar dealer mengalami kesulitan dalam menjual… maka berbondong-bondong ‘pamer’ rangka … sekaligus mendapatkan ‘durian runtuh’ dari bargaining power of buyer …!!!
Persoalan ini memang harus disikapi secara serius… karena kalau gak… implikasi dari rangka eSAF ini adalah product-product yang laris dan menjadi tulang punggung penjualan pabrikan Honda …!!! Demikian juga para dealer… kalau kesulitan menjual bahkan dengan discount pun sulit menjual… tentu dapat berdampak pada cash flow… dalam artian gak likuid secara finance nya dealer tersebut …!!! Last,… mudah-mudahan pabrikan Honda di Indonesia dapat mencari solusi yang tepat… sehingga mendapatkan solusi win-win… !!! Ciaooo 😀
orang indo kalo sudah tahu harga diskon pasti cpat nyambernya dan ga peduli dgn kualitas akibatnya ya tahu sendiri ,pabrikan lain jg harus waspada dgn strategi honda bisa berbalik arah karena mereka punya nama masih familiar di indonesia
tetangga yg tingkat ekonomi kelas bawahan udah pada ogah beli rangka insyaf… dikate mau diskon kek…
Yg seken dijual murah aja pada ogah… klo dikasih free baru pada mau
Bahkan rekan kerja di kantor yg orang Jepang asli… udah tau dan ogah beli baru, maunya cari seken aja yg non insyaf…It’s real story man…
Kuliah Ekonomi lagi sama Gus Juragan Rondo. Harusnya Ah Ha Em rekrut jenengan jadi konsultan marketingnya hehehehehe
Kalo menurut saya, untuk masalah rangka, konsumen baru akan mikir 7 kali untuk membeli karena isunya masalah keselamatan, ga bisa ditawar, walaupun dikasih diskon yg besarnya mungkin bisa buat benerin/memperkuat rangka. Beli baru harapannya ga repot, beli langsung pake. Kalo saya mending pindah merk sebelah, atau beli bekas yg harganya jauh lebih murah (apalagi krn isu rangka esaf), terus bawa ke bengkel las utk dibenerin/diperkuat rangkanya.