









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Mari kita dalami Qs. Yusuf ayat 2 sbb :
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ
innaaa anzalnaahu qur`aanan ‘arobiyyal la’allakum ta’qiluun
Artinya :
Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Qur’an berbahasa Arab, agar kamu mengerti.
Pertama, terlihat Allah SWT menggunakan kata Kami, dimana terdapat 2 (dua) penafsiran yaitu bentuk jamak bagi penguasa yang menyatakan keagungan, kehormatan, dan kekuasaan. Kedua, Ibnu Taimiyyah menafsirkan bahwa setiap Al-Quran mencantumkan kata Kami, yang dirujuk adalah Allah SWT dan para Malaikat-Nya.
Seperti Qs. Qaf : 9, “Kami turunkan dari langit air yang diberkahi … (“wa nazzalnaa minas-samaaa`i maaa`am mubaarokan..”) … ataupun pada Qs. Fushshilat : 16, etc… dalam hal ini selalu merujuk pada Allah SWT dan para Malaikat-Nya …!!! Namun jika berbicara soal penyembahan, Allah SWT selalu menggunakan kata ganti tunggal Aku, seperti terdapat pada Qs. Thaahaa : 14 …!!!
Allah SWT menurunkan Al-Quran kepada seorang Nabi berkebangsaan Arab yang tinggal di lingkungan berbahasa Arab. Allah SWT menyampaikan serta membacakan Al-Quran kepada Jibril a.s untuk selanjutnya disampaikan kepada Rasulullah SAW …!!! Selanjutnya agar kamu mengerti (“la’allakum ta’qiluun“) … Allah memilih bahasa Arab untuk wahyu ini agar mudah dipahami …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply