









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sebagaimana telah dijelaskan pada artikel sebelumnya, bahwa Bank Sentral dapat mempengaruhi money supply baik ekspansi atau kontraksi …. melalui perubahan interest rate …!!! Sebagai contoh Federal Reserve dapat mengubah Fed Funds Rate… dan hal ini akan mempengaruhi interest rate pada perekonomian Amerika Serikat bahkan Dunia …!!! Ketika Fed Fund Rate meningkat, maka akan menurunkan kredit ke sektor bisnis dan konsumen, dan menurunkan spending thus economic growth …!!! Demikian pula sebaliknya menurunkan interest rate akan meningkatkan pengeluaran dan stimulus perekonomian …!!!
So… kalau dilihat dari persamaan yang digunakan oleh Monetarist Theory … yaitu dalam hal ini MV = PQ … so ini mirip seperti persamaan Irving Fisher… !!! Memang ketika V (Velocity of Money) tetap… terlihat bahwa peningkatan Money Supply akan berujung pada peningkatan Price … thus terjadi inflasi, kecuali bisa ditingkatkan Q nya … dalam hal ini laaagh stimulus ekonomi …!!! Selain itu.. saat ini dalam hal M adalah tetap peningkatan V (Velocity of Money) seperti digital payment… akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian …!!!
Memang persoalannya adalah saat itu, kaum Monetarist ini menganggap bahwa V itu tetap… sehingga peningkatan money supply otomatis akan meningkatkan Price… dengan asumsi bahwa Q relatif tetap …!!! Demikian pula belum ada seperti saat ini adanya digital payment yag akan meningkatkan velocity of money …!!! So … dari persamaan diatas dapat diambil key points sbb : (i) Peningkatan money supply akan meningkatkan price, (ii) peningkatan money supply hanya short term effect terhadap Output dalam hal ini GDP dan employment. (iii) Peningkatan money supply disesuaikan peningkatan GDP real, dengan kata lain mendukung GDP Growth dengan tetap menjaga inflasi rendah …!!! Namun demikian… monetarist theory ini juga mendapat tantangan dari Keynesian Economics …!!! Last,… bagaimana pertentangan dengan Keynesian Economics… yuuuk nanti kita dalami … so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply