









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… imbas dari perang Russia vs Ukrania terlihat banget harga minyak memang meningkat pesat …!!! Kita lihat di awal tahun, harga minyak sekitar USD 74 per barrel … namun ketika meletus perang langsung meningkat ke USD 106 per barel …dan puncaknya di awal Juni 2022 sudah mencapai USD 119 per barel …!!! Naaagh persoalannya adalah kebutuhan minyak di Indonesia itu masih net import …!!!
Produksi minyak Indonesia itu mencapai 700 ribu bph (barrel per hari)… sedangkan konsumsinya mencapai 1.4 juta bph … jadi masih banyak yang perlu diimport …!!! Naaagh kebutuhan minyak yang paling utama adalah untuk menggerakkan alat transportasi …!!! So disini ada shortage dari produksi minyak Indonesia… naaagh ketika harus import tentu dengan harga import… thus tidak heran harga BBM di pompa Bensin mulai melejiiiit …!!!
Sekarang ini model-model pompa bensin Shell agak sepi… ngisi V-Power sudah sekitar Rp. 19.990 / liters… so bisa dibayangkan jika terjadi shifting orang berbondong-bondong ke Pertamina … untuk mendapatkan Pertalite yang ada subsidinya ..??? So perlu dipikirkan bagaimana agar konsumsi minyak Indonesia itu menurun …!!!
Salah satu cara adalah mengurangi aktivitas yang tidak perlu… atau dengan kata lain, jika aktivitas itu bisa dilakukan secara daring (virtual online), maka di dorong untuk melakukannya …!!! Misalnya untuk perkantoran dimana aktivitas pekerjanya misalnya melakukan analisa/meeting bisa dilakukan secara work from home … demikian juga anak sekolah mungkin dari 5 hari sekolah, bisa 4 hari dilakukan secara online… 1 hari terkait kegiatan olah raga bisa secara onsite di sekolah …!!!
Mungkin perlu dilihat lagi,… misalnya perluasan ganjil/genap … mengingat ketika tidak align dengan aturan kerja hybrid… para pekerja berusaha ke kantor, dan ini menimbulkan kemacetan,… thus semakin banyak bakar minyak… konsumsi minyak malah meningkat …!!! Namun jangan dilakukan ‘lockdown’ atau sebangsanya… karena nanti economic growth jadi mengkeret …!!! So… yang harus dilawan adalah bagaimana ‘bakar bensin’ jadi minimal …!!!
Kalau konsumsi minyak tetap … harga tidak turun… maka akan terjadi inflasi … dan ketika minyak ini naik… impactnya kemana-mana … bisa cost push inflation …!!! Yup,… biaya transportasi meningkat… nanti minta kenaikan gaji… kemudian pangan naik karena ongkos angkut naik etc …!!! So ini yang harus diperangi agar tekanan inflasi bisa nggak besar… so cara nya memang pola kerja/sekolah hybrid ..!!! Last,… mungkin perlu kita renungkan agar Indonesia tidak terimbas persoalan stagflasi yang sudah mulai melanda berbagai negara …!!! Ciaooo 😀
Caranya gampang, subsidi sebesar-besarnya kendaraan listrik supaya harganya jadi murah. Mantap tho jadi solusi alternatifnya? Selain katanya lebih ramah lingkungan juga. Supaya dikit2 nggak salahin ‘climate change’ sebagai kambing hitam. Hehehe.
persoalannya kalau subsidi… bisa-bisa kantong fiskal jebol… kendaraan listrik kuncinya adalah bagaimana battery itu murah… so ini masih butuh waktu… selain economic of scale produksi battery… makanya lagi gencar approach model-model mobil listrik supaya mau invest di indonesia… di masa datang tentu gak tertutup kemungkinan battery bisa murah… 😀