









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… dalam melakukan kebijakan nilai tukar itu mirip seperti menyetel carburator… kebanyakan bensin bakalan mbrebeeet… kebanyakan udara bakalan nembak-nembak … so disini ngulik ekonomi ternyata juga bisa bikin mumeeet …!!! Nilai tukar Rubel sempat mengalami merosot yang dalam ketika terjadi sanksi ekonomi ke Russia oleh negara-negara barat …!!!
Lha gimana enggak diawal 1 USD sekitar 139 Ruble… so depresiasi ini membuat ketar-ketir… kemudian pemerintah Russia menerapkan pembelian oil and gas harus menggunakan Ruble… dan Ruble mengalami apresiasi… dari semula sebelum perang sekitar 1 USD = 75 Ruble… lhaaa malah kebablasan menguat menjadi 1 USD = 53 Ruble …!!! So apa artinya ini …???
Ketika suatu mata uang mengalami apresiasi… so ekspor product tersebut menjadi mahal … so ketika product semakin mahal… maka cuan revenue langsung nyusut… lha kalau revenue nyusut gimana soal pajak… ??? Budget juga akan semakin suliiit bagi pemerintah Russia …!!! Kebijakan capital control yang semula diterapkan akhirnya mulai diperlonggar … dimana yang semula 80% dari devisa yang diperoleh harus dikonversi ke Ruble… sekarang boleh cuma 50% …!!!
Memang yang semula terjadi inflasi… khususnya imported inflation… mulai turun, seiring dengan menguatnya mata uang Ruble …!!! Bank Sentral Russia pun akhirnya memangkas suku bunga … yang semula sempat menyentuh 20%… sudah dipangkas sebanyak 4 kali dengan total 1050 basis point… atau sekarang sekitar 9.5% …!!! Tentu kebijakan penurunan suku bunga ini… agar Ruble tidak menguat terus… !!! Ibarat nyetel carbu terkait Air-Fuel Ratio … yang semula kegedeaan udaranya… naaagh sekrang kegedean bensin …!!! Last,… belum kelar nyetel exchange rate… sudah ditambah pelarangan import emas Russia oleh negara G7 … kok tambah ruweeet perang ekonomi ini … betoeeel …??? Ciaooo 😀
Di satu sisi rusia harus mulai gak tergantung ekspor dan impor.
Saya dukung rusia dari sisi ekonomi, krn sebelum ada perangpun produk2 russ banyak diembargo dg cara2 yg gak fair secara ekonomi terbuka.
Pernah denger dong soal Indonesia pesen sukhoi-35, aliansi barat push pemerintahan kita dipaksa gak jadi beli sukhoi.
Ini terjadi jg dg negara2 lain yg mau beli produk russ.
Coba itu nordstream2 begitu udah jadi gak boleh dipake sama US, padahal bangunnya aja 5 tahun lebih.
Yaudah sekalian aja batasin ekspor, kurangin ekspor gas ke barat atau stop sekalian, selama msh bisa ekspor hydrokarbon ke timur utk trade dg chip semikonduktor udah cukup lah.