









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kalau kita melihat berbagai review MotoGP tanah air… bisa dikatakan kurang ‘gregeeet’ … karena semuanya terlalu ‘formal’ … terlalu ‘teknis’ … sehingga penonton kurang bergairah …!!! Jadi kalau bicara views nya kurang melambung… so kurang marketing oriented …!!! Yaaagh ini hanya pendapat saza … sehingga target yang ingin dikejar .. misalnya dari views … jadi kurang maksimal …!!!
Naaagh disini laaagh sebenernya bisa dilakukan berbagai ‘trick marketing’ … dan banyak trick-trick marketing … agar program tersebut lebih menjual …!!! So… yang ingin dijual adalah differensiasi… kalau sekedar teknis… waaagh susaaah deeegh… khan penonton butuh hiburan … gak sekedar teknis yang ‘membosankan’ …!!! Disini misalnya bisa dibikin adu para fanz … misalnya fanz Marquez vs para fanz non-Marquez … atau pun mengundang figur yang meramaikan suasana ….!!!
Yaaagh sebenernya banyak ide … atau trick marketing agar suatu podcast/vlog bisa maksimal …!!! Yaaagh tentu gak bisa dibuka semuanya trick-trick seperti itu… so intinya adalah acara tersebut laris manis… kalau membungkus nya tentu gak terlalu penting… siapa juga yang ingat review … si anu ngomong apa… !!! So disini tentu objective itu yang paling penting… dan skenario itu diarahkan untuk mendukung hal tersebut … !!! So … artikel ini just memberikan idea… bagaimana membawa suatu idea … yang lebih kearah marketing oriented… !!! Tentu ujung nya bukan buat blog ini kok… coz passion membahas sesuatu misalnya tentang marketing … eksperiment marketing juga lebih menarik …!!! Last,… menarik kalau ada acara yang bikin hits… yaaagh time will tell laaagh …!!! Ciaooo 😀
Ketika VR46 masih aktif race, rivalitas dengan MM93 merupakan jualan dorna yang banyak menguras emosi fans dan sangat melambungkan nama MotoGP
Ke depan nasib MotoGP bisa spt Formula 1 yang perlahan ditinggal penontonnya. Apalagi sekarang ini orang sudah jarang yang nonton televisi, semua asyik bermedsos dengan gadget ditangan, ditambah anak-anak sekarang asyik ber online ria, mereka spt sudah ngga perduli lagi dengan berbagai tayangan di televisi, televisi sudah mendekati titik jenuh.
Contoh Wartel punah tergerus Ponsel, sekarang Warnet juga hampir punah tergerus Gadget/Smartphone.
Betul… disini lah ada kepentingan semakin rameee pabrikan ikut, maka semakin tinggi nilainya tayangan MotoGP tersebut. Persoalannya adalah ada costnya… dan cost ini gak sedikit. Cost ini bisa ditutupi jika pabrikan punya cuan… cuan dibentuk jika pabrikan bisa compete di market motor. Compete di market harus selalu inovasi tambah fitur atau dengan kata lain… value ditambah… kembali ketika value ditambah ada investasi… dan ini ada biayanya… termasuk dalam hal ini promotion cost. Promotion cost ini sangat tergantung dari sisi product (marketing mix), kalau productnya jelek… ujung-ujungnya sulit bersaing… walaupun dengan promosi yang bombastisss… !!!
Kemudian… untuk teknologi… berlaku technology disruption… technology yang satu menggantikan technology yang lama… jadi kalau gak mau inovasi … siap-siap tertinggal dan lama-lama mati dan jadi fosil… Itu laaagh yang sekarang dihadapi di era digital ini… 😀
Next technology: tv based hp…
Sdh banyak tv live streaming…
5G akan mendukung itu semua…