









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sudah dapat diprediksi ketika terjadi gonjang-ganjing minyak goreng yang mengerek harga minyak goreng secara signifikan … maka Inflasi otomatis terkerek naik … dimana untuk inflasi di bulan April sekitar 0.95% (month-to-month) … dan sekitar 3.47% (year-on-year) … so ini lumayan tinggi …!!! Penyumbang inflasi terbesar dari minyak goreng, bensin, daging ayam ras, dan tarif angkatan udara …!!!
So intinya memang ketika terjadi inflasi itu… akan mempengaruhi kemakmuran, mengingat harga naik sedangkan pemasukan tetap …!!! So tentu harus diatasi bagaimana inflasi untuk bulan-bulan berikutnya bisa turun …!!! So jika ingin turun.. simplenya adalah misalnya harga minyak goreng itu bisa turun …!!! Cara lain tentu bisa dilakukan dengan menaikkan interest rate… so real interest rate tetap tidak berkurang …!!!
So kedua pendekatan ini implikasinya beda… kalau bagaimana bisa turun misalnya harga minyak goreng… ini lebih dari sisi supply pendekatannya… sedangkan interest rate ini lebih dari sisi demand …!!! Terkait dengan minyak goreng misalnya… langkah yang dilakukan dengan menyetop ekspor bisa dikatakan tepat… sehingga supply banyak … dan yang diinginkan adalah oversupply sehingga lama kelamaan akan turun… juga penegakan hukum untuk mengungkap dan/atau mencegah mafia … sehingga menjadi pembelajaran bagi bangsa ini …!!!
Sedangkan kalau menaikkan interest rate… bisa saja dilakukan, namun harus diukur implikasinya terhadap penyaluran kredit …!!! Kira-kira misalnya dinaikkan 25 basis point … impact ke penyaluran kredit akan berapa terjadi penurunannya et …!!! Selain itu juga harus dipertimbangkan bagaimana mengatasi terkait exchange rate… dimana sejak the Fed menaikkan sekitar 50 basis point… imbas ke IDR juga sudah terjadi …!!!
Memang kalau kita lihat… walaupun the Fed menaikkan 50 basis point, toh secara real interest rate masih negatif … inflasi US tinggi sekitar 7%, sehingga interest rate menjadi 1% toh masih negatif …!!! Sedangkan Indonesia masih positif dengan interest rate saat ini 3.5% dan inflasi 3.47 yaagh masih positif 0.03% …!!! Namun berbicara soal exchange rate tidak semata-mata aspek fundamental … namun juga non-fundamental …!!!
Memang yang terbaik dilakukan dengan semua sektor kebijakan atau yang dikenal policy mix … dimana sektor riil mempunyai fokus bagaimana supply melimpah, semua mafia diberantas, utamakan kebutuhan dalam negeri. Sektor yang menyumbangkan devisa misalnya tourism perlu dibuka dan digenjot seluas-luasnya …!!! Apabila diperlukan adjustment dari sisi interest rate… mungkin ini pilihan terakhir dan harus gradual sebagai response negara lain …!!! Last,… tantangan ke depan memang gak main-main karena sudah mulai banyak negara yang mengalami inflasi tinggi… so Indonesia harus ‘pintar-pintar’ … !!! Ciaooo 😀
Leave a Reply