









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… kembali persoalan perang bukan sekedar senjata… namun imbas dari persoalan ekonomi bisa bikin pusing tujuh keliling …!!! Ketika sanksi ekonomi diberikan kepada Russia,… otomatis akan terjadi issue supply vs demand … khususnya persoalan energi dimana sanksi yang diberikan memberikan dampak shortage energi dan konsekuensi nya harga melonjak …!!!
Eropa akhirnya merasakan dampaknya,… so inflasi Eropa di bulan Maret secara umum sekitar 7.5%, naik dari bulan Februari 2022 sebelumnya sekitar 5.9% …!!! Jika dilihat komponen pembentukannya, komponen energi memberikan sumbangan besar banget …!!! Energi mengalami inflasi sekitar 44% di bulan Maret, dibandingkan dengan di bulan Februari 2022 sekitar 32% …!!! Naaagh terlepas komponen lainnya yang juga mengalami kenaikan harga… implikasi kenaikan harga di sisi energi ini tentu ‘snowball effects’ …!!!
Ketika energi naik… maka akan terjadi cosh push inflation,… lhaa semuanya product yang dijual akan naik …!!! So, ketika sudah tinggi dalam hal ini misalnya 7.5% inflasi … tentu akan mendorong Bank Central Eropa (ECB) untuk meningkatkan suku bunga …!!! Naaagh kalau interest rate naik, maka penyaluran kredit akan turun, so balik-balik lagi bisa memukul GDP …!!!
So… jadi nggak hanya sekedar Russia saza yang bakalan runyam secara perekonomian,… namun ada contagion effect kepada negara-negara lain …!!! So,… kita sendiri sudah bisa melihat bahwa BBM di negeri kita juga sudah naik …!!! So, kembali ini membawa masalah tersendiri … memang kuncinya adalah bagaimana tidak terjadi impact inflasi di suatu negara …!!! Tentu ini yang harus dipikirkan, bagaimana mengatasinya… dan memang pendekatan yang paling tepat adalah dari sisi supply,… kalau dari sisi moneter impactnya kemana-mana …!!! So,… sepanjang tidak ada substitusi negara yang bisa supply gas… yaaagh akan sulit … dan ini belum jika harus memenuhi pembayaran dengan Rubel … dimana Rubel sudah apresiasi … bisa double impact kenanya …!!! Last,… kita ikuti saza bagaimana mengatasi persoalan ini di Eropa… so stay tuned …!!! Ciaooo 😀
Selama ini issu energy terbarukan hanya zonk aja sepertinya, toh mayoritas negara industry masih pakai energy fossil dengan skala yang besar.
Dalam hal ini Rusky masih menang banyak, secara cuan dari migas masih dapet, show off alutsistanya bukan ngga mungkin bisa menarik pembeli, negara2 Barat perlahan2 akan kena tabok resesi juga kalau membantu Ukraina secara full throttle..baik sekarang atau nanti (pembangunan infrastrukturnya), beli minyak lewat Timteng juga akan dipermahal oleh Russky, secara pipa dari timteng kudu lewat Syiria yang merupakan sekutu Moskva.
So far the winner is Rusky..posisi tawar bagus karena suka ngga suka pemegang energy migas memang punya power yg lebih, makanya US seneng bikin ‘porak poranda’ Negara yg pegang minyak..Iraq–Libya–
Kalau negara-negara barat santai saja dalam menyikapi perang ukraina, seperti saat mereka santai juga ketika menyikapi perang syria, irak, afganistan, yaman, libya, armenia, dll, insya Allah semua akan tetap normal-normal saja. Sok ngasih sanksi ke rusia, malah ricochetnya kena mereka sendiri, atau lebih tepatnya kena rakyat mereka sendiri, yang bakal paling merasakan penderitaan ekonomi yang memburuk. Sengaja atau tidak ya yang seperti itu? Who knows…
Mamarika ketar ketir, nelpon pangeran salman kagak diangkat. China malah beli minyak dari russia
Coba mas Tri dibahas soal value rubel dipatok terhadap emas yg lagi heboh, apa system ini bener2 save ?
sepertinya dulu khadafi pernah begini juga, dan setelah itu negaranya habis di bom sama NATO.