









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
Mari kita lanjutkan pembahasan ngaji hikmah dari Syeikh Ibnu. Athaillah… hikmah ke-6 dari Kitab Al-Hikam sbb :
لاَ يَــكُنْ تَــأَخُّرُ أَ مَدِ الْعَطَاءِ مَعَ اْلإِلْـحَـاحِ فيِ الدُّعَاءِ مُوْجِـبَاً لِـيَأْسِكَ؛ فَـهُـوَ ضَمِنَ لَـكَ اْلإِجَـابَـةَ فِيمَا يَـخْتَارُهُ لَـكَ لاَ فِيمَا تَـختَارُ لِـنَفْسِكَ؛ وَفيِ الْـوَقْتِ الَّـذِيْ يُرِ يـْدُ لاَ فيِ الْـوَقْتِ الَّذِي تُرِ يدُ
Artinya :
“Janganlah karena tertundanya datangnya karunia-Nya kepadamu, saat engkau telah bersungguh-sungguh dalam berdoa, menyebabkan engkau berputus asa; sebab Dia telah menjamin bagimu suatu ijabah (pengabulan doa) dalam apa-apa yang Dia pilihkan bagimu, bukan dalam apa-apa yang engkau pilih untuk dirimu; dan pada waktu yang Dia kehendaki, bukan pada waktu yang engkau kehendaki.”
Sejatinya bahwa Allah akan mengabulkan semua doa … sebagaimana terdapat pada Qs. Al-Mu’min (40) : 60 sebagai berikut :
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
wa qoola robbukumud’uuniii astajib lakum
Artinya :
Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.
Pertama harus dibedakan antara permintaan vs doa … dimana permintaan (talab) adalah gambaran dengan kata-kata yang diucapkan oleh seorang yang meminta …!!! Sedangkan doa adalah ungkapan tentang keadaan jiwa yang meliputi seorang yang meminta. So ketika terjadi permintaan itu disebut doa …!!! Naaagh perbedaan nya adalah ada pada keadaan jiwa …!!!
Keadaan jiwa tersebut harus memenuhi 2 (dua) perkara yaitu kehadiran hati dan perasaan, dan keduanya menuju kepada Allah dengan totalitas dan kerendahan hati …!!! Bahkan terkait hal ini jika kita benar-benar lakukan… sudah default kita akan menangis… kita akan sadar bahwa kita gak bisa apa-apa… dan akhirnya memahami dan menyakini seyakin-yakinnya tentang makna ‘la haula wala quwwata illa billah’ …!!!
Kedua, orang yang berdoa harus memulai dengan bertobat kepada Allah atas segala kemaksiatan yang dilakukannya. Tobat nya harus benar-benar tobat dan tulus … akan menjadi penolong bagi pengabulan doanya …!!! Siapa yang misalnya telah melakukan pembodohan publik… melakukan penipuan… melakukan perampokan etc … harus menyesali dan menghentikan segala kemaksiatan tersebut …!!!
Bayangkan kalau orang masih berbuat maksiat… dan tidak bertobat…terus berdoa dan menuntut doanya dikabulkan … apakah bukan dia sudah seperti ‘super mentang-mentang’ …??? Apa yang dilarang oleh Allah ia langgar… dan berikutnya ia menuntut supaya doa nya dikabulkan …??? Lhaaa monggo ditanyaken kepada diri sendiri… siapa sih yang menjadi Tuhan kalau seperti itu …!!!
Naaagh jika syarat-syarat seperti diatas telah dilakukan,… Allah akan mengabulkan doa yang kita panjatkan …!!! Yang harus diingat adalah pengabulan doa tersebut adalah versi Allah… bukan versi kita ….!!! Demikian juga soal waktu kapan dikabulkan itu adalah urusan Allah …!!! Disini laaagh sebenarnya kunci terkait doa ini adalah ‘ridho’ terhadap segala ketetapan Allah …!!! Kembali kita harus yakin akan firman Allah… sebagaimana tercantum pada Qs. Al-Baqarah (2) : 216 sbb :
وَعَسَىٰ أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
wa ‘asaaa an takrohuu syai`aw wa huwa khoirul lakum, wa ‘asaaa an tuḥibbuu syai`aw wa huwa syarrul lakum, wallohu ya’lamu wa antum laa ta’lamuun
Artinya :
… Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.
Ada kisah,… ketika seorang ingin pergi ke Bandara… tiba-tiba ditengah jalan terjadi kemacetan… ia berdoa dengan sungguh-sungguh agar bisa sampai ke Bandara… karena ia harus sampai ke tempat tujuan untuk melaksanakan tugas …!!! Ia benar-benar berdoa … dia ingin mencari nafkah… namun tetap akhirnya ia terlambat… pesawat nya sudah terbang …!!! Ia merasa Allah tidak mengabulkan doanya… padahal ia sudah bersungguh-sungguh sebagai orang yang bertakwa …!!! Namun alangkah terkejutnya dirinya… ketika ada kabar dan mengetahui pesawat tersebut kecelakaan… seleuruh penumpang nya meninggal …!!! So… sangat cocok dengan apa yang difirman Allah pada Qs. Al-Baqarah : 216 tersebut …!!!
So… dengan demikian kita harus mempunyai prasangka positif terhadap segala ketetapan Allah …!!! ‘Ana inda dzonni abdii bii’ … demikian yang tertera pada Hadist Qudsi yang mempunyai arti ‘Sesungguhnya Aku (Allah) sesuai dengan prasangka hamba-Nya …!!! So… dari penjelasan diatas… jika ingin berdoa bersihkan hati, bersihkan dosa-dosa yang lalu dengan bertobat… bersungguh-sungguh dan penuh harap dalam berdoa… !!! Kemudian apapun ketetapan Allah yang diberikan… tetap positif bahwa karunia Allah tesebut adalah yang terbaik… dan kita ridho menerima segala ketetapan-Nya … pueeenaaaaak thooo …???
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Baca juga :
Hikmah ke 3, Tekad yang kuat tidak mampu menembus dinding takdir
Hikmah ke 4, Urusan yang diatur oleh Allah gak usah ikut campur
Hikmah ke 5, Tanda-tanda mata hati mulai buta
Hikmah ke 6, Tetap laaagh berdoa jangan putus asa
Hikmah ke 7, Jangan ragu akan janji Allah
Hikmah ke 8, Ijtiba salah satu jalan menuju Allah
Hikmah ke 9, Jenis Amal Ibadah beragam disebabkan keberagaman warid
Leave a Reply