









Alhamdulillahil qowiyyi sulthonuh, … al-wadlihi burhanuh, … al-mabsuthi fil wujudi karomuhu wa ihsanuh, … Ta’ala majduhu wa adhuma syanuh.
Allahumma shalli ala Sayyidina Muhammad, Shalata ahlis samawati wal ardhina alaihi, adada ma indallahi min al-adad fi kulli lamhati ainin, minal azali ilal abad …… amma ba’du …!!!
Pada artikel ke-2 kali ini… kita akan membahas tentang hakikatnya kaya dan miskin … karena sering kita melihat bahwa bagi sebagian orang kaya seperti ‘tujuan hakiki’ … sehingga sudah tidak melihat bagaimana mencari nafkah… apakah halal atau haram …!!! Naaagh menarik untuk disimak nasihat sang Imam Hasal Al-Bashri tentang hakikat kaya dan miskin… sebagai berikut :
Andai Allah SWT, menghendaki tentu laaagh Dia jadikan kalian semua orang kaya, tidak ada yang miskin …!!! Dan andai Dia menghendaki, tentu laaagh Dia jadikan kalian semua orang miskin … tidak ada yang kaya …!!! Namun, Dia menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain untuk melihat bagaimana kalian …!!! Kemudian, Dia tunjukkan kepada hamba-Nya pada akhlak yang mulia …!!!
So… disini jelas sekali sejatinya baik kaya ataupun miskin … dua-duanya ujian … !!! Jadi ketika kaya… apakah orang tersebut bersyukur dan senantiasa selalu menempatkan dirinya sebagai hamba Allah …??? Ingat kisah Qarun …??? Ketika diberikan ujian tentang kekayaan … dimana dulunya Qarun itu miskin… minta agar Nabi Musa AS untuk mendoakan… setelah didoakan Qarun akhirnya menjadi kaya raya… namun singkatnya menjadi kufuuur …!!! Akhirnya Allah SWT memberikan adzhab baginya … seluruh hartanya ditelam bumi …!!!
Demikian pula sebaliknya kisah Nabi Sulaiman AS yang kaya raya … tetap beribadah dan taat kepada Allah SWT …!!! Demikian juga kisah Nabi Ayyub AS yang pernah kaya raya terus menderita sakit dan miskin … tetap senantiasa taqwa dan beribadah kepada Allah SWT …!!!
Imam Hasan Al-Bashri pun juga menjelaskan tentang hari kiamat yang menganung banyak penyesalan kepada para pengumpul harta … sebagai berikut :
Sesungguhnya hari kiamat mengandung banyak penyesalan. Laki-laki mengumpulkan harta kemudian mati, dan meninggalkannya untuk orang lain. Kemudian Allah menganugerahkan kepadanya kebaikan dan mengeluarkan infak di jalan kebajikan. Lalu ia temukan hartanya dalam timbangan orang lain. (Al-Bidayah, dan juga Al-Hilyah).
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Leave a Reply