









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… batubara menjadi komoditi penting yang selalu dibutuhkan… kalau gak ada batubara maka Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) gak bisa memasok listrik… kalau sudah gini kelaaar urusan deeegh …!!! Naaagh salah satu exportir terbesar batubara adalah Russia … selain tentu nya Indonesia …!!! Naaagh persoalannya sejak ‘ditendang’ oleh SWIFT… praktis negara lain gak bisa ngimport dari Russia …!!!
Praktis pembeli utama batubara Russia adalah dari China, Korea Selatan, Jepang, Belanda etc … gak bisa melakukan import dengan menerbitkan L/C karena semuanya pembayaran harus menggunakan SWIFT …!!! So… praktis akan ada shortage batubara di market… apa implikasinya …??? Hukum supply dan demand bicara… supply sedikit demand tetap… maka harganya akan meningkat …!!! Ini laaagh akhirnya harga batubara meningkat … dari yang semula sekitar USD 200 … langsung meroket menjadi USD 400 per ton …!!!
So… apa implikasinya …??? Model negara seperti Indonesia,… yang mengekspor batubara… tentu ini seperti mendapat durian runtuh… kipas-kipas dollar …!!! So akan ada captive income … akibat Russia meninggalkan market… gak bisa jualan….!!! So… tentu opportunity harus digunakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan devisa hasil ekspor …!!! Kalau sudah begini… saham untuk perusahan batubara.. siap-siap aja merokeeet…. !!!
Naaagh bagaimana dengan negara konsumsi batubara …??? Otomatis karena batubara meningkat… maka biaya listrik juga meningkat… ongkos produksi juga meningkat… dan ujung-ujungnya product juga mengalami kenaikan harga …!!! So… ketika ini terjadi … harga naik… tentu demand akan turun…. jadi akan lesu perekonomian global ….!!! Selain dari batubara… ada komoditi lain juga yang mengalami kenaikan harga… seperti minyak …!!! Ini juga harus dicermati dan diantisipatif … impactnya bagi market …!!! Last,… nanti kita bahas lebih dalam… so impact dari perang memang seriuuus euuy …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply