









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
Mari kita lanjutkan pembahasan ngaji hikmah dari Syeikh Ibnu. Athaillah… hikmah ke-5 dari Kitab Al-Hikam sbb :
اِجْتِهَادُكَ فِيمَا ضُمِنَ لَكَ، وَ تـَقْصِيْرُكَ فِيمَا طُلِبَ مِنْكَ، دَ لِيلٌ عَلَى انـــْطِمَاسِ الْــبَصِيْرةِ مِنْكَ
Ijtihaduka fiima dhuminalak, wataqshiruka fiima dhuliba minka, dalilun ala thimasil bashiroh minka
Artinya :
Kegigihanmu untuk mencari apa yang telah dijaminkan oleh Allah dan kelalaianmu dalam melaksanakan apa yang diperintahkan terhadapmu menjadi tanda butanya mata hatimu (bashirah).
Apa yang dimaksud dengan apa yang telah dijaminkan …??? Maksud dari ‘apa yang telah dijamin’ ialah rezeki dan karunia Allah … sebagaimana tercantum pada Qs. Al-Ankabut (29) : 60 sbb :
وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وَإِيَّاكُمْ ۚ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
wa ka`ayyim min daaabbatil laa taḥmilu rizqohallohu yarzuquhaa wa iyyaakum wa huwas-samii’ul-‘aliim
Artinya :
Dan berapa banyak makhluk bergerak yang bernyawa yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu. Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
So… dari sini adalah rezeki itu sudah dijamin oleh Allah… bahkan yang tidak bisa berusaha sekalipun… Allah yang memberikan rezeki kepadanya …!!! So …. disini Ibnu Athaillah menunjukkan agar fokus agar manusia melaksanakan apa yang diperintahkan kepada kita… !!! Jadi yang dimaksud ‘kelalaianmu dalam melaksanakan apa yang diperintahkan terhadapmu’ … ialah kekurangan dalam melaksanakan amalan-amalan yang bisa membimbing kita menempuh jalan menuju Allah … seperti : zikir, shalat, dan wirid …!!! Hal ini sebagaimana tercantum pada Qs. Adz-Dzariyat (51) : 56 sbb :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
wa maa kholaqtul-jinna wal-insa illaa liya’buduun
Artinya :
Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.
So… disini kita harus terus berusaha untuk memberi ‘makan’ ruh dengan dzikir-dzikir kepada Allah SWT dan melakukan amalan-amalan yang mendekatkan diri kepada-Nya …!!! Bukan kegigihan ‘habis-habisan’ mencari rezeki yang sudah dijamin oleh Allah… dan disatu sisi yang lain bahkan lupa untuk beribadah kepada Allah …!!! Disini yang harus kita sadari… agar mata bathin kita gak buta …!!! Demikian juga dijelaskan pula pada Qs. Taha (20) : 132 sbb :
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
wa`mur ahlaka bish-sholaati washthobir ‘alaihaa, laa nas`aluka rizqoo, naḥnu narzuquk, wal-‘aaqibatu lit-taqwaa
Artinya :
Dan perintahkanlah keluargamu melaksanakan sholat dan sabar dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik di akhirat) adalah bagi orang yang bertakwa.
Jadi kembali … kita harus laaagh senantiasa untuk beribadah… melaksanakan sholat untuk mengingat Allah… dan senantiasa sabar dan istiqamah dalam melaksanakan untuk beribadah kepada Allah SWT …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Baca juga :
Hikmah ke 3, Tekad yang kuat tidak mampu menembus dinding takdir
Hikmah ke 4, Urusan yang diatur oleh Allah gak usah ikut campur
Hikmah ke 5, Tanda-tanda mata hati mulai buta
Hikmah ke 6, Tetap laaagh berdoa jangan putus asa
Hikmah ke 7, Jangan ragu akan janji Allah
Hikmah ke 8, Ijtiba salah satu jalan menuju Allah
Hikmah ke 9, Jenis Amal Ibadah beragam disebabkan keberagaman warid
Leave a Reply