









Alhamdulillahil ladzii hadaa naaa… Biabdihil mukhtaari man da aaa-na… Ilaihi bil-idzni wa qod naa daaa naaa ... Labbaika yaa man dallanaa wa hadaaa naa …!!!
Allahumma sholli ala Sayyidina Muhammadin thibbil quluubi wa dawaa iha, wa’aafiyatil abdani wa syifaa iha, wanuuril abshoori wa dhiyaa iha, wa’ala alihi wa shohbihi wa sallim … amma ba’du …!!!
Mari kita lanjutkan pembahasan ngaji hikmah dari Syeikh Ibnu. Athaillah… hikmah ke-4 dari Kitab Al-Hikam sbb :
أَرِحْ نــَفْسَـكَ مِنَ الـتَّدْبِــيْرِ، فَمَا قَامَ بِـهِ غَيْرُ كَ عَـنْكَ لاَ تَـقُمْ بِـهِ لِنَفْسِكَ
Arih nafsaka minat tadbiir fama qama bihi ghoiruka anka la taqum bihi li-nafsik
Artinya :
istirahatkan jiwamu dari mengatur (hasil usaha-usahamu), karena urusan yang telah diatur oleh Allah, maka tak perlu sibuk kau ikut campur.
Hikmah ke-4 ini begitu dalam artinya… dan dapat sekali diimplementasikan dalam sehari-hari …!!! Misalnya saza… orang berusaha keras untuk menduduki suatu jabatan atau posisi… ketika gak dapat sesuai dengan yang diingkan ia kecewa… apalagi misalnya orang yang gak kompeten kok bisa menduduki jabatab / posisi yang kita inginkan misalnya …!!! Padahal sejatinya … suatu kekuasaan atau kemuliaan itu … Allah yang berikan… merupakan hak Allah bukan hak manusia… sebagaimana tercantum pada Qs. Ali-Imran (3) : 26 sbb :
قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ ۖ بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۖ إِنَّكَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
qulillaahumma maalikal-mulki tu`til-mulka man tasyaaa`u wa tanzi’ul-mulka mim man tasyaaa`u wa tu’izzu man tasyaaa`u wa tużillu man tasyaaa`, biyadikal-khoiir, innaka ‘alaa kulli syai`ing qodiir
Artinya :
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
So… disini jelaskan… bahwa Allah akan berikan kekuasaan kepada siapapun yang Allah kehendaki … bukan manusia yang menentukan … demikian juga ketika kekuasaan itu dicabut… juga Allah yang akan mencabut kepada siapapun yang Ia kehendaki …!!! So… manusia harus berusaha sekuat-kuatnya… tentu dengan cara-cara yang di-ridhoi Allah… persoalan hasil… serahkan semuanya kepada Allah alias bertawakal kepada-Nya …!!!
Tentang rezeki … ??? Sami mawoooon… gak perlu melakukan suatu ‘pembodohan’ … karena takut piyeeee dapur nya nanti gak ngebuuul …??? Kembali rezeki… Allah yang melapangkan ataupun menyempitkan kepada siapapun yang Allah kehendaki …!!! Jadi jangan ngatuuur… harus gini… so dari hikmah ke-4 dari kitab Al-Hikam ini… manusia jangan ngatur soal hasil… yang harus dilakukan adalah usaha maksimal … apapun yang diperoleh… terima laaagh dengan ikhlas… ridho laaagh akan ketetapan-Nya …!!!
إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا
inna robbaka yabsuthur-rizqo limay yasyaaa`u wa yaqdir, innahuu kaana bi’ibaadihii khobiirom bashiiroo
Artinya :
Sungguh, Tuhanmu melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dan membatasi (bagi siapa yang Dia kehendaki), sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Melihat hamba-hamba-Nya. (Qs. Al-Isra : 30)
Sama juga… kalau kita mau kasih pencerahan ataupun petunjuk kepada rekan kita… atau bawahan kita… kadang sudah dikasih petunjuk yang baik…malah gak bisa terima …!!! So ini kembali urusan petunjuk juga urusan Allah… sebagaimana terdapat pada Qs. Al-Qasas : 56 :
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
innaka laa tahdii man aḥbabta wa laakinnalloha yahdii may yasyaaa`, wa huwa a’lamu bil-muhtadiin
Artinya :
Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Qs. Al-Qasas : 56)
Naaagh disini laaah akhirnya kita mengetahui… bahwa yang menjadi kewajiban dari seorang mukmin adalah berikhtiar maksimal, kemudian berdoa minta laaagh kepada Allah… setelah itu bertawakal… serahkan hasilnya semua kepada Allah … !!! Disni laagh makna “laa hawla wa laa quwwata illa billah” artinya tidak ada usaha, kekuatan dan upaya selain dengan kehendak Allah …!!! Disini laaagh sebenernya manusia itu kecil… bahkan karena saking kecilnya… bisa dikatakan manusia itu ‘fana’ … !!!
So… dari sini jika kita paham… tentu kita akan berusaha untuk ‘meng-hamba’ kepada Allah… dan sebagai ‘hamba’ … jangan mengatur hasil usaha yang kita lakukan … serahkan semuanya kepada Allah …!!! Jangan laaagh kita bertindak seperti Firaun yang berkata : “Akulah tuhanmu yang paling tinggi.” (Qs. An-Naziat : 24) …!!!
Demikian artikel singkat ini… semoga bermanfaat dan menambah keimanan kita semua. Wallahu muwafig ila aqwamith thariq, wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh… !!!
Baca juga :
Hikmah ke 3, Tekad yang kuat tidak mampu menembus dinding takdir
Hikmah ke 4, Urusan yang diatur oleh Allah gak usah ikut campur
Hikmah ke 5, Tanda-tanda mata hati mulai buta
Hikmah ke 6, Tetap laaagh berdoa jangan putus asa
Hikmah ke 7, Jangan ragu akan janji Allah
Hikmah ke 8, Ijtiba salah satu jalan menuju Allah
Hikmah ke 9, Jenis Amal Ibadah beragam disebabkan keberagaman warid
Interesting…
Bagaimana dgn isi kata2 doa?
Atau kita berdoa dgn hanya membaca AlQuran? Ini yg pas utk artikel tsb.
Isi doa …??? Tentu sebelum berdoa ada adab nya… dan isi doa nya tentu dengan apa yang diinginkan… tentu beda misalnya doa minta rezeki, doa dimudahkan urusan etc. Juga dalam berdoa dapat juga dengan asmaul husna etc.