









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… ada pertanyaan dalam konteks forex transaction… apa sih yang harus diperhatikan selain faktor technical …??? Technial analysis akan menganalisa pergerakan dari suatu currency … so disini dipelajari adalah trend nya … dan akan ‘mempredict’ kemana arahnya apakah akan menguat aka apresiasi atau menurun depresiasi …!!!
So… intinya untuk memperoleh cuan adalah beli pada saat murah … dan jual pada saat tinggi …!!! Transaksi forex ada yang bersifat spot, forward, swap etc … (untuk penjelasannya bisa dilihat di artikel lain yang telah dibahas red.) …!!! Naagh bagi portfolio management,… selain transaction forex juga ada transaction fix income … seperti pembelian surat berharga (securities) dan juga saham di capital market …!!!
Sebagaimana diketahui setiap transaksi valas ada yang punya motif : (i) Pure transcation untuk kebutuhan transaksi misalnya bayar utang etc, (ii) ada juga yang bersifat hedging misalnya untuk kebutuhan di masa depan sifatnya berjaga-jaga, dan ada juga (iii) sifatnya spekulatif misalnya untuk mencari cuan dari setiap pergerakan forex …!!!
Untuk technical analysis sudah banyak tools yang digunakan biasanya di sisi Front Office dan juga ada yang di sisi middle office …!!! Khusus untuk enterprise banyak tools/software yang bisa digunakan misalnya Murex, MSCI, Blackrock, Calypso etc …!!! Naaagh yang menarik adalah faktor di luar technical analysis bagaimana menyikapinya … ???
So… selalu diingat adalah hukum ekonomi supply dan demand… jika demand meningkat misal nya USD dollar … tentu USD akan menguat demikian juga sebaliknya …!!! Naaagh apa sih yang mengakibatkan demand meningkat …??? Pertama-tama tentu interest rate … jadi misalnya the Fed mau meningkatkan suku bunga… artinya akan mendorong misalnya commercial bank juga meningkatkan suku bunga… bond juga akan menaikkan coupon rate etc… !!! So disini akan berbondong-bondong orang akan pegang USD …!!!
Implikasinya … jika negara lain tidak naikkan suku bunga… maka USD akan apresiasi, mata uang lain akan terdepresiasi …!!! Kalau melihat ini… tentu jika kita mau cuan… bisa dilepas USD nya … misalnya home currency IDR… maka bisa memperoleh keuntungan …!!! Demikian juga kalau IDR lagi menguat… USD lagi terdepresiasi bisa dibeli USD karena ratenya lagi murah …!!! Terus kira-kira apa yang bisa dilihat indikatornya …???
Pertama inflasi,… dengan pemikiran misalnya interest rate harus lebih tinggi atau sama dengan inflasi … !!! Jadi kalau interest rate tinggi… misalnya di Indonesia tinggi… orang akan berbondong-bondong masuk ke Indonesia, lepas foreign currency nya … untuk tubruk IDR … agar ratenya dapat bagus …!!! Kedua adalah cadangan devisa suatu negara… semakin banyak cadangan devisa suatu negara… maka otoritas bisa melakukan intervensi … misalnya pelaku ekonomi coba melakukan jual IDR untuk beli USD misalnya … karena demand USD tinggi… IDR bisa saza mengalami depresiasi… !!! Namun ketika otoritas melakukan sebaliknya… lepas USD beli IDR… jadi seperti ‘tertahan’ … IDR tidak terdepresiasi… !!! So disini harus melihat … behavior dari pelaku ekonomi … termasuk pihak otoritas …!!!
Faktor lain seperti Balance of Payment suatu negara… gampangnya… jika surplus dalam artian (current account + capital account / financial account) menunjukkan positif… ini bisa meningkatkan cadangan devisa …!!! Kalau cadangan devisa negara meningkat… berarti punya ‘peluru’ jika akan melakukan intervensi …!!! Kemudian ada juga policy yang bisa dikeluarkan oleh otoritas untuk mempengaruhi money supply … salah satunya adalah reserve requirement atau di Indonesia dikenal dengan Giro Wajib Minimum (GWM) …!!!
Jika reserve requirement dinaikkan… artinya money supply akan tersedot… duit money supply akan terkontraksi … otomatis karena money supply sedikit… walaupun ada usaha untuk menggoyang suatu currency … tentu gak bisa … karena likuiditas lagi kering … thus interest rate akan terkerek… orang mikir-mikir untuk membuang IDR misalnya …!!! Bahkan karena home currency lagi ‘kering’ orang terpaksa melepas foreign currency untuk kebutuhan likuiditasnya …!!!
Ada juga faktor misalnya capital market misalnya saham lagi booming… orang akan berbondong-bondong beli saham dengan menggunakan rupiah …!!! Tentu pelaku juga akan mikir… maubeli saham atau long di foreign currency . atau lainnya seperti government bonds …??? So disini sebagai portfolio manager melakukan penempatan untuk cuan tertinggi… plus kalau bisa low risk …!!!
Terakhir adalah kondisi politik dan keamanan suatu negara … karena jika ada rusuh… investor asing biasanya was-was… ia akan melepas home currency untuk tubruk foreign currency… naaagh ketika disini akan terjadi depresiasi terhadap home currency …!!! Dulu pernah ada kejadian… hanya 1 minggu bisa dapat cuan sekitar 15% … ketika posisi lagi long USD… dan lepas spot ke IDR …!!! Last,… banyak faktor yang mempengaruhi… so perlu menganalisis dan secara prudent mengambil decision dalam transaksi forex …!!! Ciaooo 😀
Nice artikel gus. tp buat pemula seperti saya yg bidang dan experience nya bukan disitu jd berasa bingung. Barangkali bisa bikin artikel bersambung berisi course buat pemula banget dr mengenal sampe siap buat terjun gus 🙏🙏🙏🙏
terima kasih bapak atas artikelnya,oh iya sekalian tanya gimana sih sebenernya cara trading institusi itu?. Menurut bapak untuk saat ini antara US AUD NZD EUR GBP CHF JPY CAD yg kecenderungan melemah paling besar yang mana. Dan return yang wajar dalam transaksi forex,soalnya banyak yg terjebak dengan iming iming 1% perhari dengan menggunakan robot