









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jiaaan guya-guyu ketika pabrikan juga tidak kehilangan akal… ketika harus mengeluarkan setiap lembar rupiah kepada penggiat media sosial …!!! Terkadang juga ‘garuk-garuk’ kepala … iki pabrikan kok bergaya ‘ludruk’ … ono-ono baeee… seperti mau ngeliat tingkah ‘ketoprak’ yang dibawakan oleh penggiat media sosial …!!!
Lha kepiyeee… sang penggiat media sosial… diminta untuk cuap-cuap… motor yang ora payuuu di market …!!! Naaagh… eeeeng iiing eeeng… sang penggiat media sosial keluarkan jurus… puja-puji… rayu-merayu… sambil meleeeet… koprol bin jengking… dibantu-dibantu yaaa… agaaar berharap konsumen mau beli …!!!
Yaaagh … ‘money can buy’ … terpaksa sang penggiat media sosial… lakukan apapun… opo maneh di zaman pandemi… budget juga tipis akibat penjualan juga anjloook …!!! Konsumen pun tidak bodoh… cuma menikmati ‘ketoprak’ tanpa bayar tiket… !!! Akhir dari episode mirip kisah ‘pitek kelenger’ … pabrikan juga kelengeeer karena hasil tidak berubah… penggiat media sosial juga kelengeeer… karena konsumen tidak terpengaruh sambil nikmati srimulat …!!! Last,… jaman sak iki uweees pada jaman pinteeer… sulit ‘membodohi’ konsumen …??? Ciaooo 😀
Kalau motor seperti, contoh: mio 125, suzuki address, suzuki next, honda cs1, honda adv, ,meskipun pakai artis top markotop sekalipun, tetap tidak akan laris. Sebaliknya, misal nmax, aerox, scoopy, beat, pcx, meskipun tidak promo besar besaran, tetap akan laris. Bahkan seandainya nmax itu merknya suzuki, atau scoopy itu merknya yamaha, tetap akan laris.
ini ngomongin motor ghaib itu yah. yg bilangnya indent mengular tapi di jalanan sepi?