









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… dalam jagad media sosial Indonesia khususnya jagad permotoran Indonesia… memang muncul para reviewer yang melakukan review terhadap suatu product motor …!!! Review sih sah-sah saza… bahkan jika review nya bagus aka obyektif… bisa bermanfaat bagi konsumen … coz konsumen gak susah capek-capek menilai …!!! Naaagh persoalannya adalah ketika Reviewer lebih mementingkan ‘periuk dapur’ … so apa saza suatu product akan diulas ‘angle’ nya adalah ‘puja-puji’ agar konsumen tertarik dan membeli product tersebut …!!!
Berbeda dibandingkan para reviewer… para kritikus melihat dari ‘angle’ yang lain… melihat kekurangan.. terus dikritik habis-habisan … dengan harapan agar terjadi improvement di masa datang bagi pabrikan tersebut …!!! Contoh nyata adalah motor Honda yang sering dikritik ‘overpriced’ … atau masih pake teknologi SOHC 2 valvez teknologi tahun 1970-an… akhirnya berubah… price nya berubah dari overpriced ke target price… dan SOHC 2 valvez ke SOHC 4 valvez mengikuti kompetitor …!!!
Naaagh… Reviewer ketika mengulas dengan memberikan kelebihan… misalnya saza pada case Suzuki Brugman 125… bisa kontra produktif… coz jika pabrikan Suzuki berani masukin… dengan investment yang tentu tidak murah… persiapan product… dengan harapan BEP akan cepat kembali dengan hasil review product dari para reviewer yang memberikan pujian … ini tentu berbahaya …!!! Coz jika melawan ‘mindset’ konsumen … terus gak lakuuuu… apa yang dihadapi pabrikan …???
Pabrikan akan mengalami 2 (dua) kerugian… pertama dari sisi finansial… coz susah mencapai BEP … yaaagh tentu bisa dihitung kerugiannya …!!! Kedua,… ini yang paling berat… adalah brand image… coz ketika sudah jatuh tertimpa tangga… otomatis konsumen akan mengalami ‘skeptis’ pada brand tersebut …!!! Tentu reviewer tidak merasa rugi… dalam jangka pendek… coz sudah mendapatkan finansial benefit kok … so disini reviewer diuntungkan sedangkan pabrikan dirugikan …!!! Last,… kembali memang harus hati-hati… tidak ada salahnya bagi pabrikan untuk mendengarkan para kritikus… yang tidak ada motif finansial… lebih pada memajukan product yang dikritik …!!! Ciaooo 😀
***beh berdosa sekali bahas bagus terus S & H dimasa lalu