









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… race MotoGP di Jerez seperti membuktikan strategi pabrikan mana yang unggul… khususnya dalam memitigasi resiko …!!! Terlihat sekali pabrikan Yamaha seperti gak punya lawan… podium disapu bersih… dimana Juara 1 dipegang oleh Quartararo, kemudian ke-2 oleh Vinales, dan ke-3 adalah Rossi …!!!
Impact dari strategy ini…. untuk klasemen sementara… pembalap Yamaha menempati urutan teratas … Quartararo memperoleh point 50,… kemudian Vinales memperoleh 40 points, dan pembalap Ducati memperoleh 26 points …!!! Pembalap Honda selain Marquez agak ‘tumpul’ … ntaaagh kenapa strategy yang dilakukan adalah ‘gantung kepuh’ … alias hanya mengandalkan pada Marquez seorang …???
Akibat nya jelas sekali… ketika Marquez cidera … nggak ada yang bisa sebagai ‘second best’ nya …!!! Alex Marquez sebagai tim pabrikan… masih jauh performance nya …!!! Bahkan melawan pembalap KTM aza kalah… agak aneeeh… pembalap yang ‘kurang perform’ kalah melawan tim ‘bau kencur’ seperti KTM … dijadikan riderz pabrikan …!!! Impactnya yaaagh seperti ini… tim Honda untuk tahun ini … seperti ‘planga plongo’ … !!! Last,… kalau gini terus … yaaagh agak merugikan secara marketing untuk brand Honda … betuul …??? Ciaooo 😀
Jare blap kui wes ra ngaruh neng market…
Honda di motoGP cuma mengandalkan MM93, lihat aja pembalap Honda lainnya yang di tim pabrikan atau tim satelit pada melempem…
Kalo Yamaha & Ducati pembalap/motornya baik yang di tim pabrikan atau tim satelit semua pada ngotot berusaha tampil ke depan…
Artinya pabrikan Honda di motoGP cuma fokus pada satu motor – MM93 aja, motor Honda lainnya spt kurang kompetitif.
Contoh kasus waktu Honda ditinggal VR46, Honda terlalu mengandalkan VR46. krn dulu masa transisi dari GP500 engine 2tak ke motoGP engine 4tak, dulu Honda hanya mengandalkan kehebatan skill satu orang pembalap saja, tapi begitu VR46 pindah pabrikan maka Honda perlu beberapa tahun cari pembalap muda spt MM93, sedangkan Nicky Hyden & Dani Pedrosa di Repsol Honda waktu itu kurang kompetitif.
Nah kalo khusus VR46, maaf dari awal gw kurang suka sama gayanya. Waktu awal2 gabung di Yamaha dia bukannya fokus latihan motor, tp seringnya malah ikut rally mobil, sampai akhirnya Yamaha dulu lebih pilih Lorenzo dan mendepak Rossi ke Ducati. Gagal di Ducati dia udah tua balik lagi ke Yamaha cuma jadi bulan2an pembalap muda. Makanya tim pabrikan Yamaha skrg sadar ngga ketergantungan terus sama VR46 yang makin tua tambah lelet.
ohh ya dulu sempat ada Stoner di Repsol Honda, dari Ducati sampai pindah ke Honda, skill Stoner lumayan hebat, tapi sayang dulu dia kalah mental dari Rossi & Lorenzo. Apalagi dia udah nikah & baru punya anak, jadi dia dulu sempat kasih alasan pensiun dini dari motoGP pada usia muda krn mikir keluarga & fokus ke anak istri, apalagi waktu itu rivalitas Rossi & Lorenzo walaupun di satu tim Yamaha lagi panas2nya.sampai akhirnya Yamaha lebih pilih Lorenzo muda yang bertahan dari pada Rossi.
Dulu Rossi pengennya motor Yamaha jinak gampang tekuk tikungan diturutin, sekarang dia udah tua ngerengek pengen motor kenceng diturutin lagi tapi skill Rossi udah lemah, umur ngga bohong, makin tua dia tambah lelet, diturutin motor kenceng buktinya emang Rossinya yang lelet, harusnya Rossi malu dong sama pembalap/motor tim satelit Yamaha Petronas yang malah bisa lebih kenceng dari dia.
Intinya VR46 udah kedepak 2x dari tim pabrikan Yamahahahahaha… 😀
Kalo bicara skill MM93…
skill MM93 itu setara VR46 muda. MM93 harus lebih bisa ukur kemampuan motor jangan sampai over limit. Apalagi skrg banyak pembalap yg lebih muda.
Rivalitas pembalap tua & muda spt kasus Rossi vs Biaggi, dulu tahun 1999 – awal 2000 an s/d tahun 2003, era GP500 engine 500cc 2tak transisi ke motoGP 1000cc engine 4tak (lalu turun ke engine 800cc 4tak), dulu Rossi muda sempat ribut di luar sirkuit dengan Biaggi tim Marlboro Yamaha, Biaggi terlalu kebawa emosi krn sering dipecundangi Rossi di sirkuit, Biaggi di tim Marlboro Yamaha sering kalah oleh Rossi, sampai waktu itu Rossi dituding menang cuma karena (Honda) motornya aja bukan karena skill. lalu akhirnya pada tahun 2004 Rossi menjawab tantangan, Rossi pinda ke tim pabrikan Yamaha (Gauloises Yamaha) & Biaggi dari Yamaha juga pindah ke tim Honda, tapi omongan Biaggi ngga terbukti, ternyata Rossi pindah ke Yamaha malah makin jadi, sulit dikalahkan, sampai2 bukan hanya Biaggi “korban bullyan” Rossi, Sete Gibernau (Movistar Honda) juga sering dipermainkan Rossi di sirkuit.
Nah skrg udah bukan zamannya VR46, dia udah tua malah jadi lelet.
MM93 mungkin bisa jadi pengulangan kasus rivalitas pembalap tua & muda, asal dia berani kaya VR dulu mau membuktikan pindah ke tim berbeda.
Sorry gw komentar kepanjangan, ngalor ngidul melebar kemana-mana. 😀