









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… konsumen Indonesia memang dilahirkan tidak langsung ‘sugih blegedu’ …!!! Yup… ini disadari mengingat income percapita konsumen Indonesia merangkak dari kecil sampai saat ini middle income …!!! So… dengan disposible income yang terbatas … dari sejak jaman ‘biyen’ … sangat wajar jika selalu dalam mengeluarkan duit misalnya untuk membeli motor… penuh dengan pertimbangan …!!!
Jika sudah berbicara soal pertimbangan… wajar yang namanya ada opsi… opsi 1 atau opsi 2 yaaa …!!! Ini sudah menjadi bawaan ‘orok’ alias DNA konsumen Indonesia …!!! Disatu sisi… pabrikan ingin dapat cuaaan yang ‘maksimal’ … dan ini adalah wajar … namanya juga orang usaha …!!! Naaagh titik tengah ini yang disebut equilibrium… ketika pertimbangan konsumen yang menang… maka pabrikan akan ‘ngaplo’ … sebaliknya jika pengaruh pabrikan begitu kuat … sehingga konsumen menjadi ‘irrasional’ … maka pabrikan akan menang … cuan besar pun didapat …!!!
Jadi cara yang digunakan adalah… diusahakan agar konsumen tidak kritis… jangan sampe ada aliran mending …!!! Namun cara yang digunakan bisa dikatakan ‘salah’ … yaitu memberikan jargon … aliran mending minggir misalnya …!!! Lhaaa … ini sama aza mambangunkan ‘DNA’ konsumen… dan dengan mudah akan di-counter … ibarat ada ‘bara’ di DNA konsumen… tinggal disiram bensin… mawuuut yang memojokkan aliran mending… ujung-ujungnya pabrikan yang merugi karena salah penerapan strategy …!!! Last,… blog ini berusaha mewujudkan konsumen bisa semakin kritis… hora urus apapun pilihannya …!!! Ciaaa 😀
Tiap negara punya aliran mending. Hanya saja kecenderungan mendingnya beda2. Ada yg mending karena value for money. Ada yg mending karena kepraktisan. Ada yg mending karena after sales di negaranya. Dll. Dsb.
.
Paling tidak pandangan saya sih begono Gan…
jika diperhatikan beberapa blog yang mengulas tentang mending, ada kekhawatiran gejala overprice akan gagal. Pemikiran mending akan dibungkam oleh tulisan blog atau medsos dgn cara menyerang pemikiran mending tsb.