









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… menarik disimak tokoh lawas yang masih mempunyai pengaruh di bidang ekonomi yaitu Adam Smith …!!! Adam Smith melalui bukunya ‘An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation’ … mengungkapkan konsep ‘Invisible Hand’ dimana ada kekuatan market yang menentukan price… berdasarkan titik equilibrium supply dan demand …!!! Hal ini laaagh yang menjadi mantra ‘laissez-faire’ economics …!!!
Kita ketahui bersama bahwa Inggris (United Kingdom) merupakan negara industri pertama di abad ke 18 dan 19 …!!! Baru laaaagh diikuti oleh Jerman dan Amerika Serikat… dan abad tersebut disebut Revolusi Industri …!!! Sejarah mencatat memang … di awal suatu negara adalah negara agraris, kemudian berubah menjadi negara industri… dan selanjutnya de-industrialisasi seperti menjadi pusat sektor finansial …!!!
Pada negara yang telah maju… industrialisasi menjadi kurang penting lagi… lihat saza UK di tahun 1980 share manufacture sekitar 20%… melorot menjadi 12% di tahun 1990 sumbangan terhadap GDP nya …!!! Sedangkan 75% disumbangkan oleh service sektor … dan inilaaagh yang disebut lebih kearah de-industrialisasi …!!!
Naaagh… ketika di tahun 2008 terjadi crisis … baik Amerika Serikat dan Inggriss … sektor finansial menjadi terpuruk … dan mereka menginginkan kembali porsi lebih besar ke arah manufaktur …!!! Naaagh negara tersebut… memerlukan suatu ‘rebalance’ terhadap perekonomian …!!! Naaagh persoalannya adalah apakah bisa membalikkan lagi ke arah industrialisasi … coz sekarang keadaan sudah berubah… dengan hadirnya negara industri seperti China ….!!! Last,… konsep Adam Smith dimana negara gak perlu campur tangan … menjadi menarik untuk dibahas… coz bertolak belakang dengan ‘laissez-faire’ economics … so kita akan bahs
Saya cenderung pada teori dimana campur tangan negara itu perlu. Sebagai governance body, pemerintah justru berhak dan berwenang menjaga kesetimbangan ekonomi dari mikro hingga makro, tidak bisa begitu saja dilepas kepada mekanisme pasar (secara bebas), karena itulah sejatinya fungsi pemerintah.
China itu sebenarnya sudah antisipasi bila sektor riil/manufaktur akan mencapai titik jenuh, makanya mereka juga getol menggerakkan sektor jasa di semua lini tdg manfaatkan teknologi terkini dan sudah masuk lintas batas negara juga.
Jadi bukan soal membalikkan lagi arah dari de-industrial ke industrial, namun tantanganya kebih kepada membuat kesetimbangan pada semua sektor, terutama bila sadar bila sumber daya di negara tsb cukup beragam.
Good point… nanti kita bahas… campur tangan pemerintah seperti apa… keseimbangan pada semua sektor seperti apa … bisa kaaagh dilakukan …??? 😀
waikih, juragan rondho hadir…..wkwkwkwkw. Quilibrium, kayaknya tinggal language saja masbos. Semua tgt mana yg kuat. Coba lihat di masyarakat langsung, wakil rakyat juga sdh kena demam kalah dg powerity