









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… sejak awal ketika media sosial masuk ke ranah professional… sudah gampang ditebak… media mainstream bakalan menang mudah …!!! Coz bicara masuk ke segment yang sama… tentu ada persaingan… so tidak dapat dihindari… kecuali bermain di segment yang lain bisa captive market atau niche market …!!! Media mainstream punya segalanya… punya human resources yang banyak… punya capital yang besar… dan tentu punya suatu ikatan yang kuat dengan para jurnalis lainnya …!!!
Ini yang mengakibatkan… keberadaan media mainstream semakin monceeer… lhooo apa buktinya …??? Simple aza kok… lihat saza di Youtube… mana yang sudah membuat video tentang product baru BMW C400X … ternyata media mainstream begitu cepat membuatnya… akuraaat… sedangkan media sosial ketinggalan tentang hal ini …!!! Jadi ingat dulu… ketika juragan lageee getol-getolnya membikin suatu review… waaagh product belum keluar aza sudah riwa-riwi di jalan …!!!
Jadi teringat… product motor yang belum ada uji tipe sudah juragan beli… sudah pasang plat nomor sementara… terus ‘pethakilan’ di Jalan Sudirman … lhaaa banyak yang protest… mau embargo lagiiii… ada-ada aza …!!! Yaaagh sekarang memang bisa dikatakan … media mainstream kurang mendapat ‘persaingan’ … jadi gak ada seperti dulu lageee …!!! Hebat nya lageee… media mainstream selain cepat… sudah mulai ‘pintar’ … nggak terlalu ‘lebay’ … jadi konsumen mendapatkan info yang lebih obyektif …!!! Yaaagh ini fakta yang ditemui di lapangan… dan konsumen tentu menikmati tentang hal ini …!!! Last,… apapun sumbernya… konsumen tentu akan memilih media yang lebih up-to-date… lebih obyektif… coz itu laaagh esensi dari suatu informasi …!!! Ciaooo 😀
media mainstream ulasan nya memang beda, bahasa dan penyampaiannya lebih teratur dan informatif, meski tetep simpel dan santai utk gaya peliputannya, dan rata2 tetep netral
levelnya beda jauh sama yg model vlog2 anak kemaren sore, haha……….
Yup, 👍👍👍
Mungkin di bidang otomotif seperti itu, tapi di bidang laib belum tentu.
Media sosial memiliki kelebihan yg tidak dipunyai media mainstream lho mas…
Yaitu independensi…
Lihat saja pemberitaan media2 mainstream sekarang terutama mengenai politik. Semua media mendukung petahana…dengan berbagai alasan. Akibatnya pemberitaannya menjadi tidak seimbang, tidak cover both side, hanya berpihak pada salah satu capres.
Ada yang memang dimiliki oleh pihak-pihak yg mendanai salah satu capres, ada yang takut kehilangan pengiklan dsb.
Disini media sosial menjadi katup pelepas dahaga akan kebenaran yang sering ditutupi oleh media mainstream.
Jangan2, pabrikan hanya menggunakan blogger sebagai tujuan jangka pendek smata (5-10 tahun), jangka panjang tetap pilih media mainstream utk maintain produknya, blogger/vloger diandalkan hanya untuk memperluas euforia produk, kalo dalam politic mirip para artis yg digunakan utk mendulang suara (massa mengambang), saya koq membayangkan ada blogger yg memang well educated dlm hal otomotif yg contennya jg well educated buat sisi konsumen
sekarang sudah gak terlalu ‘euforia’ lagi.. konsumen sudah lebih ‘smart’ … terbukti rating sudah mulai ‘ndlosor’ semua… yaaagh akhirnya time will tell… 😀
untuk yg lebih rasa Official memang media mainstream jagoan nya.. tp yg down to earth mungkin medsos masih berasa..