









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… tidak dapat dipungkiri terlihat inovasi membawa korelasi positif terhadap peningkatan market share …!!! Yup… jika kita berbicara market total… yaitu market domestik dan market ekspor … dan ini memang menjadi strategi khususnya pabrikan Yamaha dan Suzuki …!!! Tidak heran saat ini market share pabrikan garpu tala menjadi 25.43% dibandingkan tahun lalu sekitar 25.28% … sedangkan pabrikan Suzuki menjadi 2% dari dibandingkan tahun lalu hanya sekitar 1.55% …!!!
Kita lihat saza… inovasi Yamaha XMax 250 turut mendongkrak penjualan… kemudian ada Yamaha Aerox 155, terus ada Yamaha Lexi dan terakhir Yamaha Freego …!!! Lonjakan rata-rata penjualan juga meningkat… jika di tahun lalu mimpiiii bisa tembus 140 rebu … sekarang sudah mudah… sudah beberapa bulan bisa tembus di angka tersebut …!!! Demikian juga pabrikan Suzuki… dengan motor sportz 150cc… terlihat ekspor meningkat hampir 2 kali lipat… jika di tahun 2017 hanya bisa 25 rebu unit.. maka sekarang sampai bulan ke-11 sudah mencapai 48 rebu unit …!!! Tidak heran market share mulai monceeer … 😀
Naaagh gimana dengan pabrikan Honda …??? Praktis hanya 1 model yaitu Honda PCX 150 lokal… menggantikan motor CBU sebelumnya …!!! Namun di dera berbagai ‘kontroversi’… akhirnya nggak bisa berbuat banyak …!!! Terdapat model seperti Honda Forza 250 ataupun Honda Cub 125 … mengingat import CBU… juga demikian ggak bisa berbuat banyak …!!! So… apa yang dibutuhkan pabrikan agar bisa ekspansi… mungkin ini pertanyaannya …???
Yang dibutuhkan product yang bener-bener top markotob… artinya… product yang valuenya tinggi… keren design … melimpah ruah fitur… harganya ‘bersahabat’ … dan menjadi product global dan bisa diekspor ke manca negara …!!! Naaagh ini baru pasukan ‘khusus’ … kalau sekedar brojoling product ‘ala kadarnya’ … yaaagh bisa disebut menerjunkan ‘hansip’ … gak siap bertempur di medan yang kompetisi nya begitu tinggi …!!! Last,… mau tidak mau kedepaaan… pabrikan harus semakin ‘smart’ dalam menurunkan product portfolio nya …!!! Ciaooo 😀
Menurut saya ya gus:
Kenapa *HM tidak bisa mengoptimalkan ekspor, itu karena status *HM sendiri yang bukan perpanjangan tangan Honda Jepang.. pastinya Honda Jepang berpikir 1000x untuk memberikan akses pasar global ke *HM, wong *HM itu bukan milik Honda 100 persen… *HM otomatis dijadikan mesin jualan di Indonesia saja, soalnya kalo jualan ekspor akan memakan keuntungan Honda Jepang sendiri..
Berbeda dengan *IMM dan Suzuki roda dua di Indonesia yang memang punyanya Jepang, mau ekspor mau domestik, keuntungannya tetap ke Komandannya di Jepang, ga akan saling memakan…
Tambahan:
Bisnis ala *HM ini musti hati-hati kelolanya.. harus dekat dengan regulator/pembuat regulasi, jika ada kebijakan ekstrim membatasi kendaraan roda 2, *HM bisa terancam, jarena pasarnya domestik… makanya mereka selalu punya jalur lobi dan pelobi handal lewat *stra apalagi dekat2 Pemilu… ups
jurus ngekor honda kali ini mentok
mentok ama aturan principal, thailand first
Om, kelihatannya salah ketik?
Tidak heran saat ini market share pabrikan garpu tala menjadi 22.43% dibandingkan tahun lalu sekitar 25.28%
iya sudah dikoreksi … thanks
cbr250rr sama R15 vva value tinggi tapi nyungsep gan….
Nah ini jos! Org skrg cenderung berpikir utk mencoba sesuatu baru dan memiliki motor sdh spt gadget tiap update ganti, Jual pun jg via online lbh praktis. Selamat berinovasi dan bertempur hehe
“Tidak heran saat ini market share pabrikan garpu tala menjadi 22.43% dibandingkan tahun lalu sekitar 25.28% … ” malah turun om??😁
maaf mistype… mestinya 25.43% … 😀
Suzuki bandit 150..yang kurang greget.. kurang bandit
Sayang skalee..