









Dear Kanjen Pembaca sekalian,… banyak yang bertanya ke juragan… kok juragan bisa mengetahui tentang trend demand konsumen khususnya motor …!!! Bahkan di tahun 2009, sudah menulis bahwa skutik akan merajalela… dan masih banyak lagi… termasuk soal ‘cross shifting demand’ …!!! So… memang ketika mengetahui consumer behavior… akan mudah memprediksi soal kemana arah konsumen akan ‘berlabuh’ … nggak perlu soal test ride segala… nganalisa diatas kertas aza cukup …!!! Ini yang membedakan dengan review berbagai media sosial… namun gak bisa diaplikasikan alias jauh dari realita… coz tidak memperhitungkan tentang utility maximization …!!!
Apa sih… sejatinya utility maximization …??? Di dalam ilmu economy … istilah utility maximization merupakan asumsi yang digunakan… bahwa pada intinya konsumen itu ingin ‘happy’ … ingin senang atau bahagia semaksimal mungkin …!!! Seandainya ‘duit’ bukan masalah.. tentu konsumen sebagai mana ‘human being’ akan milih yang terbaik… !!! Kalau disuruh milih… misalnya gratis… tentu akan milih motor yang paling mahal…. yang terbuat dari emas misalnya… !!! Namun sayangnya … keinginan tersebut terbentur dengan duit yang dapat dikeluarkan… so disini ada budget constraint …!!!
Contoh paling nyata adalah… ketika terjadi duel skutik Maxi… yang satu dibanderol Rp. 58 jutaan … yang satu dibanderol Rp. 76 jutaan… so secara specs 11-12 …!!! Ketika konsumen punya budget Rp. 60 jeti… pasti akan nubruk skutik Maxi yang dibanderol Rp. 58 jeti tersebut …!!! Ketika punya budget sekitar Rp. 80 jeti… ada berbagai opsi …(i) Opsi pertama, tubruk yang Rp. 76 jeti coz suka… duit masih dalam budget… (ii) Opsi kedua, tubruk yang Rp. 58 jeti sisa duit ditabung buat keperluan yang lain… (iii) Opsi ketiga, tubruk yang Rp. 58 jeti… sisanya dibeliin accesories biar tambah exclusive …!!!
So contoh diatas… ada 4 kemungkinan dimana terlihat skutik yang dibanderol Rp. 58 jeti… punya peluang 3 kali lebih unggul… so alias 75% kemungkinan konsumen beli …!!! Jadi kalau akhirnya dipenjualan akan unggul skutik Maxi yang dibanderol Rp. 58 jeti… coz punya probability yang besar … yaaagh gak heran …!!! So,… mau test ride seperti apapun… berbusa-busa sampe doweeer… akan sulit menyakinkan konsumen agar mayoritas konsumen pilih skutik yang harganya Rp. 76 jeti… coz melawan consumer behavior yaitu utility maximization …!!! Last,… malah ketika semakin bersemangat test ride dan review… dan hasilnya ‘ngambang’ … malah impactnya negatif kepada reviewer… so buat apa test ride… ketika melawan asumsi utility maximization …??? Ciaooo 😀
Kalo Nmax vs PCX lokal gimana om kans nya?
Kalau Pandangan saya sih, NMax harus berbenah banyak untuk mempertahankan tahta skutik tourer 150cc.
Dan harga sebisa mungkin dibawah PCX lokal dengan fitur setara, dan build quality yg lebih bagus.
Sebab, orang kita, ketika dihadapkan pilihan yang setara, lebih mementingkan brand dan harga jual kembali ketimbang hal positif lain yang mungkin belum mereka sadari.
Dan ini berlaku buat Suzuki jika ingin meramaikan pasar maxi scooter kelas 150cc.
monggo dilihat dan dianalisa satu persatu… jangan lupa harga juga diperhitungkan… 😀