









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… juragan pernah diberikan kesempatan belajar ke Korea Selatan… dimana negara ini berhasil lepas dari ‘middle income trap’ … dan menjadi negara maju berkat industrialisasi …!!! Tidak heran Jepang pun mulai ‘ketar-ketir’ dibuat oleh negeri ginseng ini … !!! Lihat saza,… kalau sekarang soal TV … tentu brand Samsung dengan QLed nya dan LG dengan OLED nya… praktis mendominasi layar display ini …!!!! Kemudian yang namanya handphone Samsung… head-to-head dengan IPhone… ini berkat industrialisasi yang didukung penuh … tidak hanya pemerintahnya, … namun juga dari rakjatnya …!!!
Indonesia pun ternyata bisa… lihat saza motor-motor dibawah 250cc… bahkan 300cc pun sudah mulai diekspor ke manca negara… persoalan menggunakan brand lain yaaagh itu persoalan lain … setidaknya added value terjadi …!!! Demikian juga dengan mobil… macem Mitsubishi Xpander juga diekspor… Avanza juga demikian diekspor … !!! Naaagh,… untuk motor sayang nya diatas 250cc masih dianggap barang mewah… memang hal ini juga menghambat industri dalam negeri …!!! Bagaimana jika produksi dalam negeri diatas 250cc… sebut saza sampai dengan dibawah 700cc … sudah tidak termasuk barang mewah… sehingga terhindar dari PPnBM …!!!
Ketika hal ini terjadi… pabrikan di Indonesia melihat peluang ini… bisa jadi misalnya model Kawasaki Er-6n … jika dibikin di Indonesia dan terhindar barang mewah… bisa menjadi ‘shifting demand’ … konsumen akhirnya berlomba-lomba membeli… jika dibanderol sekitar Rp. 70 – 80 jeti gress … tentu menarik perhatian …!!! Pabrikan di Indonesia akan meminta industru parts motor … untuk memproduksi hal ini… dan apa sih bedanya dengan motor 250cc …??? Hanya bagian blok engine aza yang lebih gede… lainnya relatif sama … dan jika Indonesia kembali dijadikan basis industri motor dunia… Indonesia berpeluang untuk ekspor… sama dengan motor dibawah 250cc …!!!
Implikasi nya apa …??? Tentu akan mengurangi import… lha wong import terkena bea masuk kok… dan berbagai macam biaya… sedangkan product lokal tidak kok …!!! Akhirnya akan mengundang untuk Foreign Direct Investment (FDI) … dan tentu saza investasi naik akan meningkatkan GDP … demikian juga soal ekspor …!!! Indonesia tidak lagi ‘bertahan’ … hanya sekedar menerapkan PPnBM… namun aktif untuk memproduksi dan mengekspor alias strategy ‘ekspansi’ …!!! Tentu dukungan kebijakan yang bisa memberikan prioritas kepada pabrikan yang berorientasi ekspor… dan jika ada demand nya di dalam negeri… supply akan tercipta dengan cepat …!!! Last,… dengan merubah kebijakan… maka akan tercipta supply… dan sejatinya supply creates its own demand …!!! Ciaooo 😀
Apa yg terjadi dg padi/beras? Domestic demand tinggi, Tidak ada ppn BM, sawah ladang jg banyak, tp kok tsk bisa expor, malah impor?
Yg terjadi dengan padi,,,,lahan persawahan utk tanam padi berubah jadi lahan industri/pabrik, perumahan,,,,lahan pertanian itu cocok nya di pulau jawa,,,,
Luar jawa struktur tanah berbeda,,,,,belum lagi sdm nya, dimana orang desa sudah ogah jd petani, karena pemerintah yg tidak pro ke petani, terutama soal permodalan, cek saza,,mana ada bank mengucurkan modal tanpa agunan/jaminan,,,sedangkan petani di jawa itu kebanyakan cuma ‘buruh tani’ yg *unbankable*
Belum lagi teknologi tepat guna yg belum banyak diaplikasikan oleh petani,,,sehingga hasil pertanian petani lokal kalah bersaing dengan impor
Sedang soal kran impor itu terkait dengan aturan WTO, pemerintah dilarang memproteksi
Setuju Sudah Seharusnya PPnBM di geser ke Up 700cc
ayo bisikin ke para calon presiden 2019!
Nah ini pak Rio boleh kasih penjabaran nya
Lalu menurut jutaan sebenarnya apa yang menjadi faktor “PENGHAMBAT” bagi pabrikan roda dua di dalam negeri untuk memproduksi motor dengan kubikasi besar?
*menurut juragan….
ini amat setuju sekali banget pisan
Zetuju zuragan
http://bikermendowan.id/2018/09/02/menerawang-all-new-kawasaki-z250-makin-sugomi-look/
Tks analisa dan ilmu ekonominya
Sepertinya tinggal menunggu waktu saja juragan… Ketika pabrikan2 besar sudah siap (menguntungkan) produksi “moge” di sini… Aturan PpnBM pasti bisa disentil…😅😅
maka yang suka nyinyir sama yang namanya kipas-kipas dolar adalah penghambat pembangunan
Saya setuju, tapi pemerintah tidak bisa serta merta menerapkan hal tsb. Ingat kasus Timor? RI di gugat sama banyak negara di WTO..
Sangat rawan untuk digugat kembali kalau menerapkan apa yg gus sarankan..
Derita Indonesia, banyak terikat sama perjanjian” ekonomi
Setuju
PPnBM harusnya gak ada untuk produk yg part-nya 70% lokal serta pasarnya 25% export. berapapun cc nya
kita lagi butuh dollar