









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… baru-baru ini Gojek mendapat dana segar dari Astra sebesar Rp. 2 triliun … dan bisa disebut salah satu yang terbesar dalam investasi ke Gojek …!!! Impact nya langsung terasa… saham Astra pada saat menyuntik dana ke Gojek… meningkat kurang lebih 1.21% dari sebelumnya Rp. 8200 per lembar saham menjadi Rp. 8300 per lembar saham …!!! Saat ini tidak bisa dipungkiri kita sudah masuk ke Revolusi ke-4 yaitu Revolusi Digital …!!!
Memang kemajuan pesat dari Gojek … tidak lepas dari visi CEO nya… Om Nadiem Makarim …!!! Juragan sempat bertukar pikiran dan berdiskusi dengan CEO Gojek ini… dan tidak heran Gojek cepat majunya …!!! Visinya jelas… dari awal dikembangkan sekedar Ojek Online terus merambah ke pemesanan makanan (Go-Food), sampai pembayaran melalui e-wallet Go-Pay etc …!!! So,.. terlihat strategi vertical integration bener-bener diterapkan oleh pria lulusan Harvard Business School ini …!!!
Juragan yang pernah bergelut dan kerjasama dengan berbagai Top Consultant seperti McKinsey, EY, PWC, Deloitte, AT Kearney etc… jadi sudah biasa ketika Om Nadiem menceritakan visinya… dan memang jebolan McKinsey ini bisa melihat opportunity dan tidak menyia-nyiakan opportunity tersebut …!!! Bagi Astra sendiri pun… kerjasama ini tentu akan dapat memperluas bisnis nya mengingat GoJek banyak menggunakan armada roda dua …!!! Last,… gebrakan apa yang akan terjadi pasca kolaborasi kedua perusahaan ini… yaaaagh kita tunggu aza …!!! Ciaooo 😀
kedplepannya GoJek its Honda…
luar biasa nih astra… l3bih menggurita lagi
Yah semoga ga bgtu ya.Masa tar semua gojek harus pake motor honda.
Ga mungkin. Disini *ojek ga punya status quo karena mereka lebih butuh partner driver daripada si partner driver butuh mereka. Bagi driver, kalau gojek buat aturan seperti itu, masih ada alternatif grab & uber yang ga mengharuskan pake motor honda.
Paling banter ada kemudahan kalo driver mau ambil cicilan motor honda ato treatment khusus buat yang pake honda.
ntr saya buat perusahaan daring “OJEK PAYUNG ON-LINE” bekerja sama dengan Jamu Tolak Angin…
Jargon Bablas Angine…
😆
Waduh, jangan-jangan nanti motor GoJek pake Honda semua? Alamat harus beralih ke Grab/uber nih… Ane gak mau pantat jadi panas karena naik motor Honda….
Semoga keuntungan dr semua pihak, tdk cuman pihak gojek dan astra pekerja gojek pun tdk kesulitan “mengenai isu penggunaan motor honda, kan namanya selera tdk dipaksakan walaupun kebutuhan itu utama” dn terakhir pelanggan terpuaskan
Oh iya, mas tri bahasan selalu menggunakan kata2 intelek tp sayang suka dibkn nyinyiran contohny sm blog **ep, padahal tu blog sepi
Semangat mas tri pertahankan program pro rakyatnya “maksudnya konsumen 😁”
Blog **ep maksudnya blog klep apa yg laen nih… 😂
Mantau dulu realisasi strateginya gimana
http://internetbermanfaat.com/pendirian-voc-kartelisasi-perdagangan-rempah-para-pedagang-belanda-sejarah-voc-2/
Mantaff juragan
https://bikermendowan.id/2018/02/27/honda-forza-250-sebuah-propaganda-penantang-yamaha-xmax-250/
Benefit buat *stra apa ya ?
Astra akan merilis motor berlivery gojek
http://kasamago.com/mengenal-perusahaan-senjata-selain-pindad/
Sementara itu, Direktur Utama ASII Prijono Sugiarto juga melihat adanya benang merah antara bisnis Go-Jek dan ASII. Dalam hal ini, ASII memegang 56 persen pangsa pasar kendaraan roda empat di Indonesia. Pada segmen sepeda motor, ASII juga menguasai 75 persen pangsa pasar sepeda motor. Selain itu, ASII juga menggarap bisnis asuransi dan leasing. Ke depan, tak menutup kemungkinan ASII juga bisa bekerja sama di daerah-daerah yang belum tersentuh Go-Jek, salah satunya di Papua. “Saya bangga membaca bahwa pada September 2017 ada 56 perusahaan yang mengubah dunia. Go-Jek masuk di sana. Satu satunya dari Indonesia,” ujar Prijono.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Astra International Suntik Go-Jek Rp 2 Triliun”, https://ekonomi.kompas.com/read/2018/02/12/123956126/astra-international-suntik-go-jek-rp-2-triliun.