









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… memang susah kalau suatu kebijakan sifat nya ‘silo’ … akhirnya nggak ada sinergi… !!! Ibarat kendaraan,… yang ngendalikan throttle seseorang… yang ngendalikan rem orang lain …!!! Apa jadinya jika orang yang pertama ingin maju ngegaas… dan orang kedua inginnya ngereeem… kedua-duanya ‘keukeuh’ … yaaang akhirnya kendaraan nggak maju-maju… malah burn-out terus… ban habis… bahan bakar juga habis …!!! Lhaaa refooot thooo …???
Naaagh… lagi marak ketika untuk beli mobil harus punya garasi… lhaaa pastinya akan mengurangi demand terhadap mobil …!!! Kalau sudah demand menurun… pertumbuhan ekonomi akan terganggu… coz salah satu komponen GDP adalah consumption …!!! Lhaa kalau semuanya nggak dilakukan konsumsi… waaagh gawat… gak suka jajan bakso… yooo tutup tukang bakso… gak suka beli motor atau gerakan tidak beli… yooo tutup pabriknya …!!! Lhaaa gimana mau diserap tenaga kerja …??? Gimana mau berkembang industri komponen atau turunannya … !!!
Sekarang aja,,, dimana leading indicator… baik penjualan motor ataupun mobil mengalami penurunan… pertumbuhan ekonomi manteng di 5% …!!! Lha dulu… ketika motor bisa terjual sekitar 8 jetiii… waaagh pertumbuhan ekonomi diatas 6% …!!! Jika kita berbicara income percapita dimana rumusnya adalah GDP / jumlah penduduk… naaagh saling balapan deeegh… antara pertumbuhan GDP dengan pertumbuhan penduduk …!!! Sekarang income percapita ‘stuck’ di USD 3600 … jadi kalau mau lepas dari ‘income middle trap’ yaaagh kudu banyakin konsumsi … salah satunya lhooo …!!!
Kalau kesejahteraan nggak meningkat … yang di tandai indikator income percapita… yooo kemakmuran akan jauh… dan masalah sosial jadi akan muncul …!!! Naaagh memang harus ada prioritas… kalau ada hal yang menghambat… tentu issue reformasi struktural menjadi penting …!!! Lhaa kalau persoalan nya garasi… lhaa di negera luar rata-rata nggak ada garasi rumah …!!! Last,… monggo direnungken mau pilih mana… kemakmuran atau masalah/kerawanan sosial yang muncul… decision is yours …!!! Ciaooo 😀
Emang sengaja kayaknya mas 3, biar pertumbuhan rakyat turun terus datengin orang asing dengan gaji besar lambat tapi pasti pribumi akan tersingkir dan tujuan mulia tercapai, jawa harus 100% orang asing sebagai penguasa…
kayanya arahanya memang seperti itu… petani aja dibredel habis2an…. garem impor… gula impor….apa2 serba impor… kasian mereka..
Gus tri tidak punya garasi kah?
Kalau punya pasti termasuk salah satu yang suka parkir sembarangan?????
Apakah jalan umum hanya untuk warga yang punya mobil???? Yang suka parkir dijalan sembarangan?????
Mohon di pahami gus… Jangan melihat segala sesuatu dari sudut yang menguntungkan gus tri saja.. Tapi mengabaikan kepentingan umum
di luar negeri lihat saja di london, boleh parkir di jalan, tinggal ada meterannya kudu bayar berapa pounds. Di LA, ada parkiran umum, semacam tanah lapang yg disewakan bayar berapa. jadi konsep garasi didalam tanah sendiri di luar negeri maaagh mahal. jadi gak relevan ya thooo ??? Kalau nggak mau parkir sembarangan tinggal pasang plang dilarang parkir beres thooo …??? Kalau soalnya law enforcement agak beda konteksnya… dari keharusan memiliki garasi … 😀
Mobil bekas bakalan ramai nih…
Listrik naik kesannya spele. Tapi biasanya yang bayar bulanan 200 ribu. Sekarang jadi 400 ribu. Nah beda 200 ribu itu biasanya setiap rumah ada yang buat makan bakso, nyuci motor atau mobil. Maupun hal2 lainnya. Sekarang jadi mikir2 untuk hal2 seperti itu. Akhirnya penjual bakso dan pemilik doorsmeer jadi keksurangan pendapatan dan mengakibatkan mereka juga enggan berbelanja konsumtif dan begitu seterusnya.
Saya pesimis aturan ini bisa dijalankan, karena walau niatnya bagus, pelaksanaannya dan enforcenya sulit. Contoh apakah aturan ini hanya berlaku untuk pembelian mobil baru? Bagaimana yang sudah punya tapi tidak punya garasi? Apakah si pemiliknya harus menjual mobil atau pindah rumah?
Kemudian apakah setiap kali membeli mobil harus menyertakan denah rumah & melaporkan berapa mobil yang sudah ada di rumah tersebut?
Pelaksanaannya juga apakah pemerintah bisa jalan, masuk-masuk ke perumahan, kemudian menanyai apakah si mobil yang parkir depan rumah tersebut tamu, atau milik sendiri dan lain-lain … sangat sulit.
Yang lebih perlu diatur dan diawasi adalah pengaturan perparkiran di jalan-jalan publik, contoh parkiran restoran, parkiran mall, sekolah, kantor dan lain-lain yang kemungkinan menimbulkan kemacetan di jalan. Ini saja pun walau sudah ada aturannya tapi tidak mampu diawasi atau dijalankan.
justru kalo ini diterapkan… beli mobil second aja… makin tertekan industri mobil dalam negeri… yoo monggo mawon… 😀
Baca dulu aturannya, tidak harus punya garasi kok…. tapi bisa juga nyewa garasi atau lahan milik orang lain…. yang penting jangan parkir dijalan, karena mengakibatkan berkurangnya lebar jalan dan pengguna jalan berkurang kenyamanannya dan macet.
kalo persoalan yg dikhawatirkan jangan parkir di jalan… itu mah gampang …!!! Pasang aturan tanda dilarang parkir… yang ada tanda P coret…!!! Kalau parkir di jalan … tilang beres thooo …??? Kalau gak ada tanda yaaa boleh thooo… ngono wae kok repot… sudah ada yang ngatur … aturan lalu lintas… piye jaaal…
Listrik naik.. wajib ini dan itu.
Hidup semakin penuh tantangan..
semoga kita semua diberikan kekuatan dan kesehatan