









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… ketika juragan membahas tentang export motor… terus bilang ‘kipas-kipas’ dollar… banyak yang ‘sensi’ … terus melakukan pembodohan otomotif … yaaaagh cape deeegh …!!! Bicara export-import … tidak terlepas pada Abad ke 16… di jaman mercantilist dimana Inggris dan Belanda… begitu berkembang dengan perdagangan lautnya …!!! Inget khan jaman VOC … Belanda menjadi begitu makmur… dengan jualan rempah-rempah yang berasal dari Indonesia…!!! Naagh … di era ini… kaum Mercantilist percaya bahwa kekayaan itu terbatas… ‘limited pot’ … dan kekayaan suatu negara sangat tergantung dari neraca perdagangan aka balance of trade …!!! Apa maksudnya …???
Kekayaan suatu negara diukur dengan kekayaan emas nya… yaaagh itu pada jaman dulu …!!! Ketika melakukan export maka akan membawa emas … maksudnya dulu setiap uang dijamin ama emas… jadi setiap kegiatan export sama aja membawa devisa dalam bentuk emas …!!! Sebaliknya import barang akan mengakibatkan emas keluar dari suatu negara… karena kudu bayar barang import …!!! Naaagh jika banyak import … emas keluar… lama-lama negara tersebut bakalan jatuh miskin… !!!
Gerard de Malynes, seorang ekonom Inggris, di tahun 1620, begitu percaya bahwa keluarnya emas dari suatu negara akibat perdagangan harus dicegah …!!! Jika terlalu banyak keluar… maka nilai mata uang Inggris akan jatoh …!!! Berbeda dengan Malynes, Thomas Mun, Ekonom Inggris juga, berpandangan… nggak apa-apa melakukan import… asal bisa melakukan re-export …!!! Jadi nggak apa-apa import mesin motor misalnya… namun melakukan re-export motor utuh… !!! Ia pun ingin mengurangi import… dengan cara melakukan konsumsi product dalam negeri …!!!
Abad ke-18… Adam Smith mempunyai pandangan berbeda… ia mengungkapkan ‘The Wealth of Nations’ lebih penting ketimbang kekayaan suatu negara secara individual …!!! So menurutnya… perdagangan jangan dibatasi… harus ada free trade …!!! Berkembang laaagh berbagai free trade area.. seperti NAFTA, EU etc … muncul pula World Trade Organization (WTO) etc… !!! So intinya … mengurangi adanya tarif… supaya tidak ada barrier dalam perdagangan internasional …!!!
Namun demikian… banyak ekonom melihat bahwa perdagangan bebas… mempunyai potensi untuk merusak developing countries … lha wong ‘infant industries’ langsung kelengeeer… kalau harus bersaing dengan barang-barang import yang murah dan punya kualitas …!!! Negara yang kaya seperti China… melakukan perdagangan internasionalnya mengadopsi teorinya Thomas Mun … so terjadi surplus perdagangan yang luar biasa … bahkan negara super power seperti America dibuat puyeng karenanya …!!! Naaagh… dari pemaparan diatas… penting banget khan yang namanya eksport… lha wong bikin negara jadi makmur jeee… jadi kipas-kipas dollar… baik khaaan …??? Last,… masih banyak hal yang bisa dibahas… so stay tuneeed …!!! Ciaooo 😀
pertumbuhan ekonomi itu palsu, seperti peristiwa panic 1907 dan 1998, ekonomi ditumbuhkan tinggi, lalu diketatkan likuiditas, naikkan suku bunga, macetlah kredit, ngoahahaha…, pada kagak nyadar sih kalo tuh semua “ada yang sengaja ngatur”!
tapi kalo urusan ekspor, negara tujuan juga pengaruhi standar kualitas, misal ke timor leste kayak nya lebih tinggi regulasi nya ketimbang ngeropah dan amrik
free trade, tpi player nya g imbang y kasian..
disatu sisi kalo kita rajin ekspor mata uang kita bakal menguat. Kalo mata uang kita menguat artinya harga disini makin mahal. Ujungnya malah jadi berkurang yang mau ambil barang darisini hehe