









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… namanya juga kartel… beberapa produsen sepakat membuat perjanjian untuk menetapkan suatu harga yang harus dibayar oleh konsumen pada suatu market …!!! Naaagh ini … ambil contoh deeegh sepeda ontel … mestinya dengan dijual equvalen Rp. 10 jeti sudah dapet untung 10% …!!! Lha kalau pabrikan A dan B, dimana keduanya menguasai 98% market share… sepakat untuk menjual equivalen sebesar Rp. 15 jeti… maka terdapat tambahan keuntungan sebesar Rp. 5 jeti … untuk setiap sepeda onthel yang terjual …!!!
Lhaaa… kalau dalam setahun terjual 2 jeti unit aza… maka konsumen kudu bayar lebih mahal… equivalen sekitar Rp. 10 triliun untuk pembelian sepeda onthel …!!! Duit segitu seperti duit ilang aza… ketika hal ini menambah profit pabrikan sepeda onthel… yaaagh dibagi-bagi dalam bentuk deviden kepada pemegang saham …!!! Semakin manteeep ketika pabrikan sepeda onthel punya negara lain… maka otomatis duit nya mengalir dari suatu negara ke negara lain …!!!
Otomatis … rakjat tersebut semakin ‘miskin’ … lha wong duit nya semakin tersedot… nggak dapet value apa-apa …!!! Hehehe… kompetisi nggak ada… product overprice… duit ‘kena’ rampok… konsumen semakin miskin… ini laaagh bahaya nya praktek kartel …!!! Oleh sebab itu di berbagai negara… bahkan negara kapitalis sendiri pun… melarang praktek kartel ini … coz implikasi nya merugikan banyak konsumen alias rakjat …!!! Last,… monggo deeegh yang masih mau euforia … sorak soraaaai… senang melihat rakjat suatu negara menderita …!!! 😀
termasuk mengalir ke untuk iklan blogger…..xuxixi..
dimaklumi aza daaagh vrooo … mau gimana lageee …??? 😀
Kita tinggal tunggu Hasil Keputusan Sidang di Pengadilan nya…semoga Hakim nya bisa memutus dg benar dn bijak…shg harga motor dri Honda dn Yamaha jdi turun…katanya sih khusus d matic nya…uhuyyy
semoga aza brooo … 😀
Tp bila sisi pelapor menang apa harga nantinya bisa turun?
nggak tahu degh bro… kita simak aza daaagh … 😀
Kalau di perusahaan-perusahaan Amerika (bahkan yang beroperasi di Indonesia pun), setiap tahun selalu ada keharusan training yang namany “Code of Conduct” yang salah satunya adalah untuk membahas praktek kartel ini (yg dilarang oleh pemerintah USA).
Bahkan, pemerintah USA bisa menindak pelaku kartel jika punya operasional di US.
Udah kenak pabrik ambil profil yg besar belum lagi kalo pembeliaan lewat leasing Gus, motor harga 15 jt bisa jadi 20 juta…makin ajorr rakyat di buatnya.. wis mending tuku motor 2nd ae. biar ekonomi makro penjual motor2 2nd berjalan, bisa buat gaji karyawannya, dari pada beri baru kredit, trakhir bli motor baru 2007 setelah itu cari 2nd yg berkualitas
bener mas… itu yang bikin prihatin… seperti ayam mati di lumbung padi… 😀
Kredit lewat bank aja mas….bunga lebih murah…
wah, itu namanya konsumen sepeda motor seindonesia raya dijadikan sapi perahan, parah modal 7jt dijual 15jt penipuan.
Harusnya keuntungan 10 persen batas toleransi 15 persen lebih dari itu riba.
terus konsumen mau ngapain …??? belum lage kalau mau menyuarakan konsumen… malah dicaci maki… kepiyeee thooo …??? 😀
itulah mungkin mengapa cbu india bisa seharga lokal…
eh salah, lokal sini bisa lebih mahal ketimbang cbu india,
… mboh lah.
Mungkin di indihe pungutan pajak utk barang import gag kya dsini broo.. imho..