









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… pada artikel bagian pertama telah dibahas… jurus cheaper, better and faster… membikin segala sesuatu efisien … konsumen pun terpuaskan …!!! Kehadiran sharing economi platform… model Taxi aplikasi… langsung menambah supply side… dan jika demand anggap laaagh tetap… maka selain harga menjadi turun… trip yang bisa dilakukan pun otomatis turun …!!! Sebagaimana terlihat pada grafik dibawah … case study Taxi di San Fransisco… trips nya langsung turun …!!!
Sisi lain… dari sudut pandang konsumen… penambahan supply side ini… mengurangi complaints yang terjadi …!!! Lihat saza dulu… jika kita mau pesan taxi .. kudu pesan malam-malam via telepon… sekarang tinggal pencet sana-sini di Android atau Ios… sudah dateeeng itu Taxi …!!! Jika dulu sering taxi bau asap rokok… sekarang mobil pribadi baunya wangi-wangi …!!! So… di New York pun terjadi penurunan complaints yang sangat signifikan … sebagaimana terlihat pada grafik dibawah ini …!!!
Penerapan sharing economy platform yang dinamis… misalnya orang boleh bergabung misalnya ketika waktu sengang… untuk menambah-nambah penghasilan… membuat supply semakin tinggi …!!! Tentu saza hal ini semakin ‘menjepit’ model angkutan konvensional …!!! Yang mau bergabung penuh ataupun paruh waktu sekedar menambah penghasilan… semakin membuat model sharing economy platform semakin digemari …!!!
Sebagaimana pada grafik diatas… supir taxi yang aktif ataupun paruh waktu… meningkat dengan pesat …!!! Terlebih lagi price yang semakin murah… bahkan dalam beberapa kasus terjadi ‘predatory price’ membuat angkutan konvensional seperti ‘sesak napas’ …!!! Terlihat juga penghasilan supir angkutan konvensional semakin kalah …. dibandingkan supir angkutan aplikasi …!!! Last,… next artikel kita bahas tentang penghasilan… gimana potret nya di benua lain …!!! Ciaooo 😀
Leave a Reply