









Dear Kanjeng Pembaca sekalian,… jika berbicara value dimana memperbandingkan features (termasuk kualitas lho red.) terhadap harga … product Yamaha memang terlihat nggak standard dalam menerapkan pricing strategy …!!! Tidak heran pada satu sisi menang … namun pada sisi lain kalah belum berhasil menjungkalkan kompetitor …!!! Pada case Yamaha NMax yang diharapkan untuk head-to-head dengan Honda PCX aka PCX Killer … selisih harga mencapai Rp. 12-an jeti …!!! So,… arahnya jelas sebagai predatory price … yang lama kelamaan akan mengarahkan Honda PCX ke ‘exit door’ …!!!
Namun pada case Yamaha R25 … dimana kompetitor nya adalah Kawasaki Ninja 250 selishnya diawal cuma Rp. 700 rebu …!!! Disini yang juragan katakan terlalu bermain ‘soft’ … semacam ada standard ganda …!!! Tidak heran… diawal-awal memang Yamaha R25 mengalami demand yang luar biasa… namun demand ini nggak bisa sustainable …!!! Jika banderol Yamaha NMax bisa plus minus 30% dibawah Honda PCX … dalam case Yamaha R25 cuma bisa turun… sekitar 1.5% diawal-awal …!!! Memang sekarang sudah selisih sekitar 4% yaaagh gara-gara kurs IDR melemah… namun gap pricing ini nggak standard …!!!
Let say … jika bermain secara persentase … ambil posisi misalnya diawal sekitar 15% perbedaannya … maka banderol Yamaha R25 langsung bertengger di posisi Rp. 47.5 jeti …!!! Tentu keadaan akan lain … dan pelan-pelan diatur ritme pricing mengalami kenaikan misalnya bergerak di RP. 48.5 jeti … terus sampe di kisaran Rp. 50 jeti …!!! Impactnya akan lebih besar … ketimbang ada berita … walau nggak semua dealer… discount Rp. 7 jeti misalnya …!!! Last,… growth market vs margin oriented memang … dua hal yang berbeda… namun kalau suatu pabrikan nggak bisa exist… percuma bicara margin… lha wong product nya ora ono kok … betoel …??? 😀
Leave a Reply