









Well,… jika di otomotif dikenal dengan power-to-weight ratio … yaitu menghitung berapa sih power yang dihasilkan untuk membawa setiap kg berat motor … maka jika kita bicara tentang value dari motor … maka bisa digunakan ratio Power-to-Price (PPR) ratio … yaitu berapa sih power yang dihasilkan… untuk setiap 1 juta rupiah yang dikeluarkan oleh konsumen …!!! So,.. ngitung nya sendiri gampang… bisa digunakan spesifikasi dari technical specs pabrikan (alias dari crankshaft) kemudian dibagi dengan harga motor tersebut … on the road Jakarta …!!! Semakin tinggi semakin baik… dalam artian untuk setiap 1 juta rupiah yang dikeluarkan … berapa power yang dinikmati oleh konsumen …!!!
Naaagh untuk segment 250cc high end… maka yang dicoba dicompare adalah product high end… sehingga ada 3 product yang masuk di Indonesia …!!! Pertama adalah Kawasaki Ninja 250R, kemudian Honda CBR 250R, dan terakhir Yamaha R25 …!!! Mari kita hitung… untuk Kawasaki Ninja 250R, power yang dihasilkan adalah 32 PS, dan harganya sekitar Rp. 53.7 jeti … sehingga Power-to-Price ratio nya sebesar 0.59 PS/juta rupiah …!!! Sedangkan Honda CBR 250R sebesar 0.61 PS/juta rupiah (power sebesar 29PS dan harganya sekitar Rp. 46.8 jeti) … dan terakhir Yamaha R25 sebesar 0.67 PS/juta rupiah …!!! Disini laaagh bisa dilihat bahwa PPR Yamaha R25 tertinggi di kelas high-end segment 250cc …!!!
Last,… jika bicara value … belum lageee termasuk apakah engine nya 2 cylinder atau 1 cylinder… impactnya bukan dilihat dari sisi power … namun dari suara yang dihasilkan …!!! Belum lage aspek design… maupun fitur-fitur lainnya yang bukan terkait dengan power yang dihasilkan …!!! Fitur lain yang terkait dengan PPR misalnya downdraft intake manifold … sudah nggak dihitung jika sudah menggunakan PPR …!!! So,… disini bisa dikatakan bahwa PPR bisa dijadikan acuan untuk memilih motor dari sisi power ‘terbaik’ di mata konsumen …!!! Ciaaoooo 😀
Leave a Reply