









Well,… pada artikel sebelumnya telah dibahas tentang Power-to-Price Ratio (PPR) motor sport ‘high end’ berbagai brand segment 250cc …!!! Naaagh… sekarang mau dibahas tentang motor sportz fairing 150cc … dan karena saat ini ‘populasi’ nya baru 2 … yaitu Honda CBR150R yang masih CBU … dibandingkan dengan Yamaha R15 yang sudah lokal … dan bagaimana dengan PPR nya …??? Potret ini tentunya akan dapat memberikan gambaran… power yang dikaitkan dengan price alias value yang dibayarkan konsumen … dikaitkan dengan power yang diperoleh dari motor yang dibelinya …!!!
Sebagaimana diketahui, … bahwa power Honda CBR 150R sebesar 17.8 PS (dihitung dari spec crankshaft red.) … sedangkan harganya adalah Rp. 42.9 jeti (harga termurah red.) …!!! Dari sini dapat dihitung PPR nya yaitu 0.41 PS/jeti … so masih dikisaran level 0.4 …!!! Naaah… motor Yamaha R15 mempunyai power yang lebih kecil secara spek yaitu 17PS (dihitung dari spek crankshaft) … namun dibanderol jauh lebih murah yaitu Rp. 28 jeti …!!! Implikasi nya cukup sadis…. yaitu PPR nya mencapai 0.60 PS/jeti …!!! So disini berarti ‘gap’ nya sekitar 0.2 PS/jeti … disini laaagh ‘gain value’ yang diperoleh… dari Yamaha R15 …!!!
Last,… terlihat memang ketika product tersebut dibikin lokal … ketimbang di import secara CBU … ‘gain value’ yang diperoleh Yamaha R15 cukup signifikan …!!! Disini jika misalnya konsumen ‘shifting’ dari product import … ke product lokal… ‘gain value’ yang diperoleh mencapai 50% (dari 041 PS/jeti ke 0.60 PS/jeti red.) …!!! Thus,… disini gain value bisa digunakan oleh pabrikan untuk meningkatkan competitive advantage nya …!!! Konsumen relatif akan memilih gain value tertinggi … ketika harus memilih …!!! Rumusan PPR hanya lebih ‘mengkonkritkan’ apa yang ada dibenak mindset konsumen … terkait dengan value suatu motor dikaitkan dengan power yang dihasilkannya …!!! So,… kalau mau meningkatkan gain value… yaaagh mau tidak mau … kudu bikin menjadi product lokal… betoooel …??? 😀
Leave a Reply