









“Jangan bawa anakku,… soal hutang besok akan saya lunasi …!!!”, jawab Ki Lurah dengan suara meninggi. Sang Lintah Darat pun tidak kurang akal… ia sudah ngebeeer dengan putri Ki Lurah yang cantik jelita. “Tidak bisa… karena Ki Lurah tidak bisa melunasi detik ini juga… maka putri Ki Lurah jadi jaminannya. Pengawal … cepat bawa anak Ki Lurah… tunggu apa lagi …!!!”. Tidak lama langsung 2 orang pengawal langsung menarik tangan anak Ki Lurah… Ki Lurah yang mencoba menghalangi… langsung terkena bogem mentaaah …!!!
Anak Ki Lurah meronta-ronta ingin lepas dari 2 pengawal Si Lintah Darat… “Tolong… tolong… lepaskan ….!!!”, teriak anak Ki Lurah. Sang Lintah Darat tertawak terbahak-bahak… ia sudah membayangkan begitu putih mulus kulitnya … anak Ki Lurah …!!! Tiba-tiba Raden Said bergerak sangat cepat … ia langsung menjotos kedua pengawal tersebut … kedua pengawal itu tidak menyangka kecepatan pukulan Raden Said… mereka berdua pun terjatuh dan lepaslah cengkraman pengawal terhadap putri Ki Lurah …!!!
“Lepaskan anak perempuan ini …!!! Jangan semaunya memerintahkan pengawal tuan untuk memukul rakjat yang tidak berdaya ini …!!! Jika tuan memaksa membawa anak gadis ini … tuan akan saya bawa ke pengadilan untuk menerima hukuman yang setimpal …!!!”, cukup lantang Raden Said berkata. Sang Lintah Darat tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Raden Said… “Pengadilan… bhuahahaha… hei anak muda bau kencur… pengadilan mana …??? Pengadilan telah aku beli… bhuahahaha…!!! Pengawal cepaaat… hajar anak muda ini… yang telah berani lancang didepanku …!!!”
2 orang pengawal Lintah Darat segera berdiri … sebenernya mereka sudah bisa menakar kekuatan Raden Said… namun karena dipaksa… apa boleh buat …!!! Segera mereka menyerang Raden Said… namun Raden Said segera menangkis dan memberi bogem mentah… dan satu orang Tukang Pukul terpelanting …!!! Satunya lagi mencoba menendang Raden Said… namun dengan sedikit menghindar… Raden Said bisa lolos dari serangan dan gantian Raden Said menendang … satu terkena perut… dan belum sempat terkaget merasakan perutnya nggak keruan… si tukang pukul sudah menerima tendangan yang mengenai rahangnya … dan langsung kelinyengaaaan …!!!
“Keparaaat… pengawal menghadapi anak muda saja tidak becus… ayo lawan jangan biarkan dia lolos …!!!”. Kedua pengawal berusaha bangun … walaupun mata berkunang-kunang… segera mereka mengeluarkan pedang …!!! “Hei anak muda,… jika merasa jagoan jangan lari menghadapi pedang kami ini …!!!” Rakjat yang menonton … ada yang menasehati untuk tidak melayani kedua tukang pukul itu… namun ada juga yang memberikan nasehat untuk tidak takut… namun hati-hati melayani sepak terjang kedua tukang pukul tersebut …!!!
Raden Said tenang… tidak khawatir dengan sepak terjang kedua tukang pukul tersebut …!!! Ia pun gemas.. kepada Sang Lintah Darat… kenapa tidak tobat-tobat …!!! “Aku peringatkan sekali lagi… sekarang waktumu untuk tobat… jika tidak kekejamanmu akan menghadapi hukuman yang setimpal … hukum yang berlaku di Kadipaten Tuban …!!! “, kata Raden Said. “Dari tadi kamu mengancam aku … anak muda… bhuahahaha… di Tuban ini apa yang tidak bisa dibeli dengan uang anak muda … bhuahahaha …???”, demikian Sang Lintah Darat menimpali…
Kedua pengawal sudah bergerak… dan sekarang Raden Said tidak akan memberi ampun… Ketika datang serangan pedang ke arah perut… ia pun berkelit … dan seketika ia memelintir tangan si penyerang… terpaksa pedang dilepas karena sakit sekali tangan dipelintir Raden Said…!!! Tidak lama siku Raden Said bergerak… dan duuuuk begitu keras menghantam rahang si penyerang… dan sebelum kaget hilang… tiba-tiba kaki Raden Said bergerak… dan menyengkat kuda-kuda pengawal yang rapuh… bruuuuk… seorang pengawal terjatuh terlentang… kepalanya pusing… punggungnya terasa remuk… kakinya terasa senat-senut nggak keruan …!!!
“Bangsaaat… berani nya kau anak muda… !!!”, seorang lage penyerang yang terlihat lebih jago… menyerang dengan jurus yang sangat cepat kearah leher… dan Raden Said tidak memberi ampun lagi… dengan gerakan yang sangat cepat… ia berkelit… dan ia menendang rusuk sang penyerang …!!! Bruuuuk… terasa ada yang patah rusuk si penyerang… tangan Raden Said pun langsung memukul pergelangan tangan si penyerang… dan terlepas laaagh pedang yang ditangan… dan sebelum sempat berbuat apa-apa …sikut Raden Said masuk ke dada… dan diikuti dengan sapuan kaki… dan tak ampun… orang ini pun terjatuh terlentang… sambil merintih kesakitan …!!!
Penonton bersorak kegirangan… dan mereka pun bersuka cita… mengingat selama ini tidak ada yang berani terhadap sang lintah darat …!!! Sang Lintah Darat kecut hatinya… dan Ki Lurah memberanikan diri bertanya kepada anak muda… yaitu Raden Said …!!! ” Anak muda,… siapa dirimu sebenernya … ???”. Raden Said terpaksa menjawab,”Saya Raden Said, putra Adipati Tuban, Tumenggung Wilatikta …!!! Saya kebetulan sedang melewati kota ini… dan melihat kebiadaban Lintah Darat ….!!!” Ki Lurah beserta seluruh orang yang ada… langsung bersimpuh menghormati Raden Said… !!! Sang Lintah Darat pun … turut bersimpuh… langsung berkecambuk… hukuman apa yang akan ia terima… setelah kedua tukang pukulnya tidak berdaya ….!!! Last,… apa yang akan diterima oleh sang lintah darat… ikuti episode berikutnya …!!! 😀
Leave a Reply