









Well,… dikabarkan bahwa Yamaha R25 akan diliris dipercepat dari jadwal sebelumnya …!!! Well,… sebelum dibahas tentang impact nya … mungkin perlu dijelaskan apa sih efeknya melakukan percepatan atau bisa disebut preemptive strategy …??? Preemptive strategy biasa nya dilakukan secara tiba-tiba … dimana lawan belum siap … dan biasanya efek ‘kaget’ yang ingin diraih …!!! Monggo dilihat bagaimana Jepang menyerang Pearl Harbor … dan Amrik langsung melongo … nggak siap …!!! Bagaimana Amerika menyerang Jepang dengan bom Atom di Nagasaki dan Hiroshima … langsung Jepang menyerah …!!! Ataupun serangan Blitzkrieg Jerman atas Polandia … yang langsung ‘menggulung’ Polandia dengan cepat …!!! Ataupun kejadian Serangan Umum 1 Maret 1949 … dimana Belanda masih asik kemulaaan … sampe kalah dalam beberapa jam …!!!
So,.. contoh diatas bagaiman efektif nya serangan yang mempunyai efek ‘kagetan ‘ …!!! Lho apa korelasinya dengan marketing …??? Yaaagh ada boss… bagaimana menguasai mindset konsumen … perlu cepat terlebih misalnya konsumen belum punya preferensi … ataupun lagi kondisi ‘bingung’ … naaagh itu ‘celah’ yang bisa digunakan …!!! So … apa jadinya ketika lagi euforia Yamaha R15 … publik lagi demam… indent lageee banyak… lawan lagi ‘tiarap’ dulu … ketika euforia mulai habis … nggak lama muncul serangan Yamaha R25 …!!! Memang jangan sampe ada ‘jeda’ sehingga kompetitor melakukan ‘contra attack’ … !!!
Lhaaa kira-kira waktu yang pas kapan …??? Yaaagh ketika proses indent online Yamaha R15 selesai …. langsung disambung oleh launching Yamaha R25 … modelnya bisa juga seperti IwantYamahaR25.com …!!! Apakah akan menggangu fokus konsumen yang sedang ngidam Yamaha R15 …??? Nggak juga … coz segment nya beda banget … dan itu tercermin dengan selisih harga yang jauh …!!! So… obyektif nya adalah pabrikan garpu tala mempunyai jagoan yang ampuh … baik dari sisi segment 150cc ataupun 250cc …!!! Kekuatan design dari product yang dilaunching bisa dijadikan faktor ‘differensiasi’ … so opportunity mestinya bisa dioptimalkan … betoooel …??? 😀
Appendix :
Leave a Reply