









Well,… case study segmentasi motor sportz terlihat berbeda dibandingkan case study skutik dan motor bebek …!!! Motor skutik 110/115cc nggak terlalu termakan dnegan kehadiran motor skutik 125cc… demikian pula sebaliknya …!!! Pada motor sportz…. keadaan berbalik 180 derajat… ketika konsumen menggemari motor sportz 150cc… dan motor sportz 250cc …. praktis motor sportz engine diantara kedua motor sportz tersebut terkena impactnya secara signifikan …!!! Kenapa kok preferensi konsumen terletak pada motor sportz 150cc ataupun motor sportz 250cc …???
Yup,… preferensi konsumen memang terpengaruh pada ‘epicentrum’ motor sportz 150cc yaitu pada Yamaha NVL dan kompetitornya sekelasnya …!!! Otomatis fokus konsumen terletak pada Yamaha NVL yang bisa laku sampai 45 rebu unit per bulan… dan turunan yang ditunggu-tunggu konsumen yaitu Yamaha R15 …!!! Naaagh… ketika konsumen ingin ‘naik kelas’ … konsumen motor sportz nggak mau tanggung-tanggung… naik sekalian ke motor sportz dengan displacemnet 250cc …!!! Paaaas beneeer… Kawasaki menawarkan ‘differensiasi’ dengan engine 2 cylinder 250cc … tampang fresh… bikin ‘harga diri’ semakin meningkat… yaaagh ditubruk oleh konsumen yang telah punya preferensi … pada mindset nya ..!!!
Naaagh,.. disini wajar saza motor sportz diantara 150cc dan 250cc… semakin terjepiiit …!!! Disini memang external factors diluar pabrikan … harus diperhitungkan oleh pabrikan sebagai supplier …!!! So … suka nggak suka… begini laaagh dinamika market roda dua Indonesia …!!! So… pabrikan harus pintar-pintar menganalisa segmentasi, targeting dan positioning product dan pabrikan itu sendiri …!!! Yaaagh harus berbenah… so harus berani melakukan reposisi untuk product-productnya …!!! Yaaagh … kembali persoalannya adalah waktu… now or neveeer… ama satu lageee… nunggu time will tell… buat para penonton …!!! Ciaaaoooo…. ban ban kamsiaaah …!!! 😀
Leave a Reply