









Well,… keunikan market Indonesia mewarnai market global … dan mau tidak mau pabrikan yaaagh kudu melakukan penyesuaian …!!! Market Indonesia dengan berbagai regulasinya… membedakan market motor menjadi 2 besaran… yaitu sampai dengan 250cc … dan diatas 250cc …!!! Jika sudah diatas 250cc… berlaku laaagh PPnBM … dan tentu saza mengkantrol price motor… dan menjadi affecting factors dari sisi demand …!!! Jika berbicara market 250cc… rules of thumbs dari sisi konsumen… sering kali memulai dari entry level moge… yaitu segment 600-an cc …!!! Lhaaa bagaimana dengan product seperti Pulsar 375 …???
Disini laaagh terjadi perbedaan segment product yang dikaitkan dengan price differential …!!! Monggo dilihat… jika market 250cc… dikisaran harga Rp. 47 – 50 jeti… sedangkan pada moge 600cc, sebut saza case Er-6n,… dibanderol seharga Rp. 102 jeti … ini artinya apa …??? Displacement antara 250cc s/d 650cc… akan berada diantara harga Rp. 50 – Rp. 102 jeti …!!! Jika dihitung secara weighted average saza… maka diperkirakan harga Pulsar 375 akan di kisaran Rp. 66 jeti …!!! Sekilas perhitungan secara normal… namun product motor bukan laaagh product homogen …???
Product motor sangat diperngaruhi oleh bibit, bobot dan bebet … yaaagh hal ini tidak bisa dipungkiri …!!! Tidak mudah memang menghilangkan mindset seperti ini … butuh kerja keras dari sisi marketing …!!! Ambil saza contoh sisi bibit… lha wong sekarang masih ada kok semacam… ‘dikotomi’ antara product Jepang dan non-Jepang …!!! Naaagh… dari sisi konsumen Indonesia akan melihat … akan memilih segment 250cc saza… atau langsung lompat ke 600-an …!!! Singkatnya… seperti pabrikan Kawasaki nggak mau mengeluarkan Kawasaki Ninja 300… lebih prefer Ninja 250 …!!! So… bisa dibilang product seperti Pulsar 375… posisi nya serba nanggung… kecuali terjadi perubahan regulasi lho yaaa …!!! 😀
Leave a Reply