









Lanjut lageee dongeng,… sudah lama nggak diterusin ampee tamat …!!! Ketika Ayahanda dan Ibunda Raden Said melihat dirinya murung… sang Ibunda menanyakan kepada dirinya,… “Ngggeeer kok dirimu bermuram durja… ada apakah gerangan …???” Sang Ayahandanya pun menanyakan… “Ceritakan kepada Ayahmu… apa yang menggangu pikiranmu …???” Seketika Raden Said bercerita… “Begini… ananda melihat rakjat semakin hari semakin miskin… banyak menderita… namun akhir-akhir ini terdengar kabar… sebagian oknum pamong praja mengambil keuntungan pribadi ditengah suasana sulit seperti saat ini …!!!”
Tumenggung Wilatikta tersentak dengan apa yang didengarnya … dan langsung menjawab, “Said… Kita semua sedang prihatin dengan keadaan rakjat Tuban… yang dilanda kemiskinan …!!! Ketahuilah Said,… kepentingan Kerajaan Majapahit dibawah Brawijaya V harus didahulukan… mengingat Kerajaan saat ini sedang perang dengan Kediri…!!! Kerajaan membutuhkan upeti, bahan makanan, prajurit demi mempertahankan keutuhan Majapahit …!!! Demi keutuhan tersebut… Ayahandamu ini terpaksa melipatgandakan upeti … agar Majapahit tetap utuh… tetap jaya …!!! Sebagaimana kau ketahui Said… Ayahandamu ini dipercaya secara pribadi oleh Prabu Brawijaya V …!!!”
Duuugh… Raden Said bingung… kok Ayahandanya nggak ngerti apa yang dimaksudnya …!!! Ia menyorot tentang kelakukan oknum pamong praja yang suka korupsi… yang mengakibatkan rakjat menderita … disitu letak persoalan yang ingin disampaikan …!!! Ia pun cepat menjelaskan …”Mohon maaf Ayahanda… Said prihatin melihat kelakuan oknum pamong praja dari lurah sampai pejabat Kadipaten… suka mengambil keuntungan pribadi ditengah himpitan ekonomi… kok mereka tega-teganya menyengsarakan rakjat Tuban …???” Raden Said seperti memprotes kebijakan Ayahandanya… yang tidak cepat bertindak …!!! 😀
Tumenggung Wilatikta … terlihat memerah mukanya… ia pun berkata keras…. “Hai Said… jika engkau menuduh ada oknum pamong praja yang menyengsarakan rakjat… harus ada buktinya… engkau tidak boleh berdasarkan perkiraan semata …!!! Di pemerintahan ini sudah ada pihak yang berwenang … jika ada yang salah maka akan diadili oleh para Jaksa dan dihukum seberat-beratnya …!!! Semuanya ada aturan tidak bisa asal bicara …!!!”
Raden Said tidak menyerah begitu saja… ia pun berkata, “Maafkan ananda … sekarang ini rakjat banyak mengkritik atas gaya pemerintahan Ayahanda… yang kurang tegas menindak para oknum pamong praja …dan hal ini …” belum selesai Raden Said bicara… Ayahandanya menimpali,… “Bocah kemaren sore… sudah berani memberi ceramah kepada Ayandamu …??? Sudah Ayanda bilang… sudah ada yang berwenang yang mengawasi para pamong praja… biarkan pihak yang berwenang yang mengawasi dan mengusut penyelewengan yang ada …!!!”
Diskusi maceeet… Raden Said tidak berani lage beradu argumentasi… ia pun memberi hormat kepada Ayahandanya …!!! Ia hanya ingin peduli kepada rakjat Tuban.. peduli kepada pemerintahan Ayahandanya …!!! Namun ia tidak kuasa melawan semua ini… ia merasa menjadi tidak berguna… dan tidak bisa membatu rakjat Tuban yang kelaparan… kemiskinan… dan melihat kematian setiap harinya …!!! Dimana keadilan… ketika banyak oknum malah bersorak ditengah kemiskinan rakjat Tuban …??? 😀
Leave a Reply