









well,… pasca juragan menguji konsumsi BBM Yamaha Mio J,… banyak pro and cons… ada yang bilang mestinya begini laaagh… begonooo laaagh … etc…!!! Naaagh,… juragan mencoba menshare… bagaimana seh metode / cara yang ada… ntaaagh pabrikan ataupun pihak non-pabrikan dalam menguji konsumsi BBM pada motor …!!! Naaagh,… mungkin kita mulai dengan sistem pengujian pada lomba irit …!!!
Pada sistem lomba irit ini,… agak unik memang… dimana para peserta membawa motornya… kemudian dicatat odometer awal. Motor diberi bensin ‘infus’ dimana sebelumnya bensin itu ditimbang,… kemudian infus tersebut ditancep di carburator… dan mulailah motor itu dijalankan …!!! Selesai muter-muter biasanya nggak terlalu jauh… naaagh selesai itu botol infus ditimbang lageee… dikalikan berat jenis… dapat laaagh berapa ml konsumsinya…!!! Kemudian hasil nya dibuat satu literan… misalnya saza untuk menempuh 10 km, habis 100cc… maka berarti fuel consumption nya 100 km/liter …!!! Cara ini juga akan menimbulkan pro and cons… seperti pengujian ini praktis… riderz nggak capeeek… lha wong cuma mubeng-mubeng 10 km… bayangin kalau riderznya harus menempuh 60 km….!!! Membutuhkan waktu yang singkat dalam pengujiannya… !!! Namu demikian,… timbul pertanyaan… lho kok nggak bener-bener habis 1 liter seeeh… ??? Apa iya bisa meng-ekstra polasilkan… dengan mengasumsikan bahwa keadaan jalan akan selalu sama untuk misalnya 90 km selebihnya …??? Bisa juga ditanyakan… apa iyaaa kecepatan yang dipelan-pelankan… apakah konsumen begitu cara bawa motornya …??? Atau muncul juga pertanyaan… bagaimana kalau motor nya injeksi… apa bisa di’infus’ juga… apa fuel pumpnya dimasukkan kedalam botol infus …???
Kemudian ada juga pengujian di circuit dengan kecepatan tertentu misalnya 30 km/h …!!! Lha … kembali akan ada pro and cons nya… pro nya… pengujian akan lebih mudah… di circuit tinggal pusing-pusing … tinggal diukur saja konsumsi BBM nya …!!! Namun juga ada cons nya… lhaaa kalau di jalan khan nggak bisa lengang gitu… !!! Pasti ada kendaraan lain… pasti ada polisi tidur… pasti ada ngerem… !!! Kemudian di jalan juga… nggak mungkin ada bikerz yang mau dalam hidupnya terus-menerus menggeber pada kecepatan 30 km/h … jikapun ada akan sangat minoritas sekali… !!!
Kemudian cara yang paling banyak digunakan oleh konsumen adalah… sebelum pengujian diisi fuel tank… kemudian digunakan di jalan raya…selesai riding kemudian ke pompa bensin… kemudian habisnya berapa liter… dicatat hasilnya… dan fuel consumption bisa dicatat …!!! Metode ini gampang… karena mau pakai motor carbu kek… motor injeksi kek… bisa digunakan …!!! Praktis… nggak perlu bongkar-bongkar… dan metode ini paling gampang diterima konsumen … lha wong sejak jaman jebooot juga konsumen kalau ngukur yaaa pakai cara seperti itu …!!! Namun demikian… cons nya adalah sewaktu ngisi penuh lageee… bagaimana dengan SPBU nya… apa bisa dipercaya… ???
Naaaagh,… metode anak jalanan yang juragan gunakan… lebih kearah kepada mindset konsumen … dan menyesuaikan dengan kebiasaan konsumen dalam mengukur fuel consumption …!!! Jika konsumen mengukur di jalan raya… yaaagh juragan juga di jalan raya… !!! Jika konsumen menggunakan dengan mencatat odometer sebelum dan sesudah riding… yaaa juragan juga melakukan seperti itu …!!! Jika konsumen mengisi di SPBU untuk mengetahui konsumsi BBM… maka juragan menambahkan dengan standarisasi SPBU dan jenis BBM yang digunakan … dalam hal ini Shell Super …!!! Jika konsumen menggunakan motor dengan kecepatan bervariasi … maka juragan menggunakan pula secara bervariasi dengan kecepatan maksimal 60 – 70 km/h on speedometer …!!! Jika konsumen selalu mengukur dengan riding puluhan km… maka juragan menggukur dengan minimal riding sejauh 60km …!!!
Last,… terlepas masing-masing ada pro and cons nya… namun juragan menggunakan ‘bahasa’ pengujian konsumsi BBM yang mudah dicerna dan sama dengan yang dilakukan konsumen …!!! Kok juragan nggak mau menggunakan cara pengujian yang lain …??? Lha wong yang akan nunggang motor khan nantinya konsumen… lha konsumen gowo motornya di jalan thooo… bukan di circuit … !!! Konsumen khan nggak mau diatur… gowo motor sak senengeee thooo dengan kecepatan bervariasi… !!! Bahasa ‘ala anak jalanan’ ini laaagh secara filosofinya sejatineee seorang blogger mempunyai peran… memberi informasi dari konsumen kepada konsumen pula …!!!
Leave a Reply