









Well,.. pasca masing-masing pabrikan baik Honda ataupun Yamaha mendeklarasikan injeksi sebagai bentuk kesiapan menuju Euro 3 … malah juragan melihat bisa menjadi ‘backfire‘ alias kurang menguntungkan buat pabrikan Honda …!!! Lho kok kurang menguntungkan mas 3 … perasaan pabrikan Honda siap banget dengan persoalan injeksi… khan sudah ada PGM-Fi … ya thooo …???
Yaaagh… jelas mindset konsumen akan product Honda adalah iriiit… aweeet… resale value tinggi etc …!!! Naaagh… persoalan irit… sudah dibuktikan… contohnya ketika Honda Beat yang fuel consumption nya 47.2 km/liter… mengalahkan Yamaha Mio Sporty yang bisa 45.6 km/liter … !!! Dua-dua nya menggunakan sistem carburator… disini jelas pabrikan Honda unggul … dan menggunakan keunggulan tersebut sebagai competitive advantage nya …!!! Namun apa yang terjadi ketika… di switch komparasi nya dengan sistem injeksi …??? Ternyata keadaan berbalik… dimana Yamaha Mio J bisa memperoleh 61.5 km/liter… sedangkan Honda Spacy PGM-Fi (menurut bro lexyleksono) fuel consumption nya sebesar 50 km/liter … dimana dua-duanya sama-sama menggunakan Shell Super… !!!
Bisa dibayangkan… apa yang akan terjadi.. jika Honda Beat menggunakan sistem PGM-Fi … terus harus berhadapan dan dikeroyok dengan Yamaha Mio Sporty dan Yamaha Mio J yang menggunakan YMJET Fi… dimana dua-duanya mempunyai keunggulan dari sisi keiritannya …!!! So… bisa-bisa keunggulan pabrikan Honda soal irit… akan berbalik menjadi nightmare …!!! Apakah mau melepaskan sesuatu yang sudah ‘comfort zone‘ menuju ‘danger zone‘ …??? Last but not least,… yang pasti pabrikan kudu hati-hati melangkah dalam menuju Euro 3 … betul …??? 😀
Leave a Reply